Rafli: Evaluasi Program Tak Pro Rakyat di Aceh

Anggota DPD-RI asal Aceh, Rafli

BANDA ACEH – Anggota Dewan Perwakilan Da­erah Republik Indonesia (DPD-RI) asal Aceh, Rafli, mengatakan program pembangunan yang belum menyentuh kebutu­han dasar masyarakat Aceh, perlu dilakukan eva­luasi secara menyeluruh.

Pe­merintah Aceh di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah, mesti membenahi perekonomian masyarakat. Sehingga, pembangunan infrastruktur di Aceh dapat menjadi multi efek pembangunan ekonomi rakyat.

“Jadi, pembangunan infrastruktur betul-betul menjadi mul­ti efek pembangunan ekonomi masya­rakat.­ Program yang tidak menjadi multi efek pembangunan ekonomi itu, program yang  tidak berpihak kepada ma­sya­ra­kat, ini dieva­luasi secara menyelu­ruh,” kata senator yang akrab disapa Rafly Kande ini, di Banda Aceh, beberapa waktu lalu.

Hal itu disampaikan Rafli, untuk menyikapi kon­disi ke­mis­kinan yang dialami Aceh se­ka­rang. Aceh merupa­kan daerah termiskin keenam di Indonesia. Disisi lain, daerah ini memiliki anggaran yang cukup banyak.

Dana yang dimiliki Aceh seperti dana oto­nomi khusus (Otsus) maupun lainnya, kata Rafli, dapat dipergu­nakan sepe­nuhnya untuk pembangun­an yang memihak kepada rakyat, se­hingga tidak salah penggunaan.

“Saya ingin mengatakan bahwa pemerintahan Pak Nova, pasti ingin mengevaluasi dan ingin berbenah diri. Kemudian bagaimana dana yang besar ini tidak salah orientasi. Ba­gai­ma­na uang yang banyak ini benar-be­nar produktif,” ujar­ Rafli, yang juga tercatat sebagai caleg partai PKS untuk DPR-RI dari dapil Aceh 1 ini.

Seperti diketahui, hingga periode Maret 2018, Aceh me­nempati pering­kat keenam termiskin dari seluruh Indonesia dengan angka 15,97 persen. Persentase penduduk miskin tertinggi tercatat di Papua sebesar 27,74 persen, dan persen­tase penduduk miskin terendah di DKI Jakarta sebesar 3,57 persen.

Angka kemiskinan tersebut terung­kap dalam data Badan Pusat Sta­tistik (BPS), saat merilis data melalui sebuah seminar dalam rangka peringatan Hari Statistik Nasional Tahun 2018, di Banda Aceh beberapa waktu lalu. (bar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *