Banjir Luapan Bercampur Lumpur Rendam TK AlFurqan


Foto: analisisnews.com/agus
TERENDAM BANJIR: TK AlFurqan Desa Guhang Kecamatan Blangpidie, Abdya masih terendam banjir luapan bercampur lumpur, Rabu (12/12/2018) 

BLANGPIDIE-Banjir luapan bercampur lumpur rendam Taman Kanak-Kanak (TK) AlFurqan yang berlokasi di Desa Guhang Kecamatan Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Setiap kali hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Abdya, banjir disertai lumpur dalam waktu sekejap langsung memenuhi seluruh ruang belajar TK tersebut. 

Kepala TK AlFurqan, Nurmarina kepada wartawan mengatakan, Rabu (12/12/2018) mengatakan, banjir disertai lumpur yang menggenangi TK AlFurqan terjadi pada Selasa (11/12/2018) sore kemarin. Air dalam waktu sekejap langsung masuk ke kedalam kawasa sekolah.

Akibatnya, aktivitas belajar harus diliburkan. Hal tersebut dilakukan pihak sekolah lantaran seluruh dewan guru harus bergotong royong membersihkan seluruh ruangan kelas, kantor dewan guru hingga seluruh perkarangan sekolah.

Untuk sementara pihaknya hanya bisa membersihkan ruangan dengan menggunakan alat seadanya. Kondisi itu semakin diperparah dengan ketiadaan air bersih untuk membersihkan lumpur yang memenuhi kelas hingga perkarangan.

“Siswa diliburkan dari aktivitas sekolah dan tidak mungkin belajar dalam kondisi berlumpur seperti ini,” tuturnya.

Pihak sekolah telah melaporkan kondisi sekolah kepada instansi terkait agar mendapatkan bantuan dengan mendatangkan armada pemadam kebakaran untuk membersihkan lumpur.

Sementara itu anggota DPRK Abdya, Juli Nardi yang sempat meninjau langsung kondisi sekolah mengaku sangat prihatin dengan musibah banjir luapan yang disertai lumpur di TK dimaksud. Dia mengharapkan dinas terkait untuk segera mencarikan cara terbaik, agar persoalan banjir yang kerap melanda TK tersebut dapat diatasi.

“Kondisi tersebut bukan yang pertama kali, namun sudah terjadi berulang kali saat musim penghujan,” paparnya.

Jika kondisi ini dibiarkan begitu saja tanpa adanya perhatian serius dan penanganan lebih lanjut, tentu akan berdampak terhadap mutu dan kualitas perserta didik. Kegiatan belajar akan terus terhenti jika banjir kembali melanda dan akan berdampak buruk terhadap kemajuan peserta didik.

“Kalau setiap kali hujan turun dan banjir melanda, aktivitas belajar mengajar terpaksa harus dihentikan tentu hal ini sangat tidak baik. Kami berharap dinas terkait dapat mengatasi persoalan ini dan kagiatan sekolah kembali lancar tanpa hambatan,” harapnya. (ag)