PKK Aceh Serahkan Bansos di Aceh Utara

analisisnewa.com/istimewa: SERAHKAN: Wakil Ketua I PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, menyerahkan bantuan sosial kepada keluarga kurang mampu di Aula Kantor Camat Sawang dan Samudera, Aceh Utara, Kamis (20/12/2018).

LHOKSUKON – Tim Penggerak PKK Aceh menyalurkan bantuan sosial untuk keluarga kurang mampu di beberapa kecamatan di Aceh Utara. Bantuan tersebut diserahkan langsung Wakil Ketua I PKK Aceh, Dr Ir Dyah Erti Idawati MT di Aula Kantor Camat Sawang dan Samudera, Kamis (20/12/2018).

Pada tahun ini PKK Aceh memberikan bantuan pada tiga tiga kabupaten yaitu Aceh Besar, Aceh Utara dan Aceh Singkil. Adapun penerima bantuan di Aceh Utara meliputi empat Kecamatan yaitu Sawang, Dewantara, Samudera dan Matang Kuli.

“Di Aceh Utara ada 350 paket kita berikan. Jadi ini merupakan rasa silaturrahmi dan sayang kami terhadap penduduk di Kecamatan Aceh Utara. Harapannya silaturahmi ini dapat terus tersambung hubungannya antara TP PKK Provinsi ke Kabupaten hingga sampai ke Gampong,” kata Dyah.

Saat memberikan sambutanya, Dyah mengimbau kepada TP PKK Kabupaten Aceh Utara maupun Kecamatan agar semua perumusan program PKK dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Dyah menyebutkan tiga program hasil rapat koordinasi TP PKK Aceh yang akan difokuskan pada tahun 2019 agar dilaksanakan oleh PKK Kabupaten dan Kecamatan. Antara lain pencegahan stunting, revitalisasi gotong royong serta pencegahan penggunaan smartphone pada anak usia dini.

“Istilah stunting adalah pendek akalnya, kemampuan berfikir anak rendah. Tapi bila tubuh pendek karena genetik itu tidak termasuk. Ini menjadi perhatian pemerintah, khususnya di Aceh Utara,” ujar Istri Pelaksana Tugas Gubernur Aceh itu.

Oleh karena itu, Pemerintah Aceh mencanangkan aksi memerangi stunting. TP PKK Aceh berencana akan mendeklarasikan gagasan tersebut pada tanggal 25 Januari 2019 bertepatan dengan Hari Gizi.

“Saya berharap ke 23 kabupaten dan kota dapat ikut memerangi stunting ini. Harapannya tidak ada lagi anak-anak yang mengalami stunting. Aceh utara harus menjadi Kabupaten pilot project dalam mengentaskan stunting.Oleh karena itu perlu kita nyatakan perang secara serius,” kata Ny Dyah Erti Idawati.

Pada kesempatan itu, ia menjelaskan salah satu upaya pencegahan stunting untuk dilaksanakan oleh TP PKK Aceh Utara. Ia menganjurkan untuk mengadakan dapur sehat seminggu sekali untuk ibu hamil serta memperbanyak konsumsi protein hewani. Upaya tersebut diharapkan dapat mengembangkan otak bayi dan menambah asupan gizi yang baik.

“Tim PKK Kabupaten dan Kecamatan diharapkan dapat meneruskan penyampaian saya ini ke masyarakat,” ujarnya.

Selanjutnya, PKK didorong untuk menggalakkan minat gotong royong. Menurut Dosen Teknik Arsitektur Unsyiah itu minat gotong royong pada masyarakat saat ini sedang rendah.

“Katanya orang Indonesia suka gotong royong, tapi hari-hari hampir tidak ada lagi. Sebenarnya gotong royong adalah aksi solidaritas,” tutur Dyah.

Sosialisasi bahaya penggunaan smartphone pada anak usia dini juga turut menjadi salah satu fokus program PKK Aceh 2019.

“Saat ini bahaya sekali, dimana ada ibu- ibu muda biasanya supaya anak diam, dikasihlah hp buat main. Agar ibunya bisa nyaman nyuci, memasak dan mengerjakan pekerjaan lainnya,” tutur Dyah.

Menurut Dyah penggunaan smartphone pada anak usia dini dapat merusak otak. Penggunaan smartphone pada anak balita, level bahayanya sama dengan narkoba.

Dyah berharap, agar uraian hasil rapat TP PKK Aceh itu dapat dilaksanakan oleh TP PKK Aceh Utara. Langkah tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi muda Aceh hebat.

Ia menambahkan Aceh Utara yang memiliki sumber daya penduduk melimpah serta wilayah sangat luas dapat dijadikan peluang dalam mengembangkan kesejahteraan masyarakat.

Dyah meminta dana desa yang dikucurkan pemerintah setiap tahunnya, dapat dimanfaatkan untuk pengembangan ekonomi masyarakat.

“Beberapa waktu lalu saat pak Presiden Joko Widoo ke Aceh, ia mengimbau supaya dana desa tidak hanya digunakan untuk infrastruktur saja, tapi harus digeser ke pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Dyah.

Oleh sebab itu, ia meminta Camat untuk mengarahkan para geusyik agar mengubah pola pikir dalam pemanfaatan dana. Dana tersebut menurutnya dapat digunakan untuk memberdayakan masyarakat seperti pengembangan potensi pertanian.

“Harapannya dengan adanya dana gampong, Insya Allah bisa diarahkan menjadi gampong mandiri dengan segala potensi yang ada. Sehinggga mewujudkan kesejahteraan masyarakat tercapai,” kata Dyah Erti Idawati.

Turut hadir pada acara tersebut, istri bupati Aceh Utara, para camat, kapolsek, para geusyik serta tokoh-tokoh masyarakat. (red)