TP-PKK Aceh Serahkan Bantuan Sosial di Aceh Besar

analisisnews.com/istimewa: SERAHKAN: Wakil Ketua I TP PKK Aceh Dyah Erti Idawati, didampingi Ketua PKK Aceh Besar Ny Rahmah Mawardi Ali, menyerahkan bantuan kepada warga miskin di Aceh Besar, belum lama ini.


JANTHO – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Aceh menyerahkan bantuan sosial kepada keluarga kurang mampu di beberapa kecamatan di Kebupaten Aceh Besar (Abes).

Bantuan berupa sembako tersebut diserahkan langsung Wakil Ketua I TP PKK Aceh, Dr Ir Dyah Erti Idawati MT, di Aula UDKP Camat Montasik, belum lama ini. Saat yang bersamaan, juga diserahkan di kecamatan Seulimum.

Dyah mengatakan, bantuan berupa paket sembako diserahkan kepada Kabupaten/kota yang tingkat kemiskinannya masih tinggi. Untuk Aceh Besar, penerima bantuan yakni keluarga yang berasal dari Kecamatan Montasik, Suka Makmur, Seulimeum, Kota Cot Glie, Lembah Seulawah dan Lhoong.

“Secara keseluruhan paket sembako yang diserahkan sebanyak 1200 paket yang meliputi Aceh Besar, Singkil dan Aceh Utara,” kata Dyah.

Dalam penyerahan bantuan itu, istri Plt Gubernur Aceh ini, mengharapkan kepada PKK Kecamatan dan Gampong (desa), untuk mengkampanyekan percepatan pencegahan sunting (bertubuh pendek) di Aceh Besar. Selain itu revitalisasi akitivitas gotong-royong dan sosialisasi bahaya menggunakan budget bagi anak. 

Terkait Stunting, kata Dyah, Aceh Besar menjadi salah satu daerah dengan data tingkat kerawanan stunting cukup tinggi. Untuk itu, Dia mengajak para ibu untuk tidak menutup mata pada fenomena tersebut, dimana anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus diperhatikan. 

“Yang dibutuhkan anak untuk pertumbuhan seimbang adalah protein hewani. Berikan mereka ikan, daging dan telur supaya anak tumbuh cerdas,” katanya.

Terkait gotong-royong, Dyah mengatakan, aktifitas gotong-royong bisa mengikat persaudaraan antar sesama warga, sehingga segala kondisi yang terjadi di masyarakat cepat terpantau. Selanjutnya, terkait penggunaan gadget atau telepon pintar bagi anak, sangat berbahaya.

Realita yang terjadi, kata Dyah, handphone menjadi alat untuk menemani anak bermain. Padahal sinar yang ditimbulkan dari gadget sangat berbahaya bagi anak usia dini. “Mereka (anak) butuh main simulasi motorik. Otak anak rusak (jika sering disodori gadget) seperti kecanduan narkoba,” katanya.

Kepada kepala desa atau Keuchik, Dyah meminta agar pemerintahan gampong mengalihkan sedikit dana desa untuk pemberdayaan ekonomi gampong dengan harapan gampong bisa menjadi mandiri. 

Sementara Ketua TP PKK Aceh Besar, Ny Rahmah Mawardi Ali, menyebutkan PKK giat memberikan bantuan bagi pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga. Salah satu tujuan pemberian bantuan adalah untuk pemberdayaan ekonomi dan meningkatkan pendapatan keluarga. 

Rahmah berharap bantuan dari PKK tak berhenti pada tahun ini, melainkan menjadi program berkelanjutan yang diberikan pada masyarakat di Aceh Besar.

“Terimakasih kepada TP PKK Aceh dan InsyaAllah tahun depan untuk desa lain. Manfaatkan sebaik mungkin bantuan itu untuk meningkatkan taraf ekonomi keluarga,” kata Rahmah. (red)