Museum Tsunami Aceh Ramai Pengunjung

Foto: analisisnews.com: AMATI: Seorang pengunjung, mengamati kitab suci Alquran di dalam sebuah lemari kaca di museum tsunami Aceh, Rabu (26/12/2018). Alquran tersebut ditemukan utuh usai musibah tsunami menerjang Aceh 26 Desember 2004 silam.

BANDA ACEH – Tepat 14 tahun tsunami Aceh, sejumlah lokasi situs tsunami dipadati pengunjung, Rabu (26/12/2018). Pengunjung bukan hanya masyarakat lokal, tetapi wisatawan Nusantara dan mancanegara, mengunjungi Aceh hanya untuk melihat secara langsung sejumlah situs peninggalan bencana maha dahsyat itu.

Salah satu lokasi yang ramai dikunjungi itu, yakni Museum Tsunami Aceh yang terletak di kawasan Blang Padang Banda Aceh. Saat dibuka pada pagi, Rabu (26/12), pengunjung langsung antre membeli tiket masuk museum. Hingga menjelang siang, warga masih meramaikan lokasi ini.

Selain menjadi tempat mengenang musibah tsunami, museum yang dirancang gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ini, juga menjadi sarana pendidikan mitigasi bencana. “Museumnya bagus, kita ingat bencana dan ingat juga cara menyelamatkan diri dari tsunami,” kata seorang wisatawan asal Malaysia, Asraf.

Mitigasi pendidikan bencana, diperoleh dari sejumlah video, foto dan sarana mitigasi bencana lainnya yang terpampang di setiap ruangan museum. Selain di museum, warga juga memadati situs tsunami PLTD Apung di kawasan Punge blangcut, lokasi kapal diatas rumah di kawasan Lampulo, dan kawasan Ulee Lheu Banda Aceh. (red)