Dibuka, Pascal VII di SMAN 10 Fajar Harapan

analisisnews.com/Barlian: Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd melepas balon ke udara sebagai tanda dimulainya Pascal VII di halaman SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh, Sabtu (12/1/2019)

BANDA ACEH – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 10 Fajar Harapan, Banda Aceh menggelar Parade of Art Science and Religion (PASCAL) VII tahun 2019. Agenda tahunan ini dibuka Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd atas nama Plt Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT, Sabtu (12/01/2019), di halaman sekolah setempat.

Nova Iriansyah, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, menyampaikan bahwa Pascal adalah salah satu ajang kreativitas yang diharapkan dapat memperkuat daya nalar dan berfikir para pelajar di Aceh.

“Para peserta tidak hanya bersaing dalam bidang science, namun adu tangguh dalam pengetahuan agama, seni dan bahasa. Ajang Pascal ini juga dapat dimanfaatkan untuk menyalurkan bakat. Sehingga, peserta semakin semangat untuk berkarya dan mengembangkan kemampuannya,” ujarnya.

Dia mengatakan, pendidikan bernuansa seni, science, bahasa dan agama adalah modul yang dapat menyentuh hati dan pikiran peserta didik untuk dapat membangun generasi yang memiliki ilmu, iman, taqwa serta budi yang luhur.

“Guna melahirkan anak didik dengan prilaku seperti itu, setiap sekolah seharusnya tidak hanya terfokus mengembangkan sistem belajar formal di ruang kelas, akan tetapi juga perlu menggagas ajang kreasi di luar kelar untuk meningkatkan semangat berkompetisi dan daya pikir yang lebih kritis,” katanya.

Hal itu, menurutnya jika jiwa kompetitif ini sudah menjadi budaya, maka semangat menjadi yang terbaik tentu akan selalu menjiwai spirit generasi muda, khususnya di tanah rencong.

Dalam kesempatan itu Plt Gubernur juga kembali mengingatkan bahwa Pemerintah Aceh memberi perhatian sangat besar terhadap peningkatan kualitas generasi muda melalui sektor pendidikan.

“Secara garis besar, ada tiga program utama yang dijalankan Pemerintah Aceh dalam bidang pendidikan ini, yaitu Aceh Carong, Aceh Meuadab dan Aceh Teuga. Program Aceh Carong menekankan kepada prestasi pendidikan Aceh di tingkat nasional melalui perbaikan fasilitas, kualitas guru dan peningkatan sistem,” katanya mengingatkan.

“Program Aceh Meuadab fokus pada upaya mengembalikan khittah Aceh melalui implementasi nilai-nilai keislaman, sedangkan Aceh Teuga fokus terhadap perbaikan sumberdaya generasi muda. Pemerintah Aceh siap mengalokasikan APBA untuk mendukung program tersebut,” lanjut Syaridin, mengutip sambutan tertulis Plt Gubernur Aceh.

Itu sebabnya, katanya lagi, Pemerintah Aceh mendorong agar semangat berkompetisi di kalangan generasi muda tanah rencong, semakin dibudayakan di sekolah-sekolah yang tersebar di Aceh.

“Pascal ini adalah salah satunya, sebab misi Aceh Carong, Aceh Meuadab dan Aceh Teuga, telah terangkum di dalam kegiatan ini. Nah, disinilah semangat bersaing pelajar-pelajar terbaik Aceh akan diuji,” sambungnya.

Selaku pimpinan Pemerintah Aceh, pihaknya tentu sangat mendukung kegiatan Pascal seperti yang dilaksanakan oleh SMA Negeri 10 Fajar Harapan. Bahkan, ia kedepan meminta kegiatan tersebut dapat dilaksanakan lebih kolosal lagi.

“Sehingga daya rangsangannya bagi kreativitas generasi muda Aceh lebih meningkat. Dengan demikian cita-cita kita melahirkan sumberdaya manusia berkualitas yang akan membawa perubahan besar bagi masa depan Aceh tentunya akan dapat terwujud,” tambahnya.

Untuk diketahui, Pascal VII ini diselenggarakan oleh OSIS SMA Negeri 10 Fajar Harapan, berlangsung sejak 12 hingga 14 Januari 2019, dengan tujuan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan serta intelektualitas pelajar yang tetap dalam ajaran Islami.

Pascal ke-VII yang diikuti seribuan lebih ini mengusung tema “The Everlasting Victory” yang berarti kemenangan yang abadi. Tema ini menggambarkan bahwa hakikat suatu kemenangan akan bertahan lama apabila berada di jalan yang benar dan menjadikan Tuhan sebagai sandarannya.

Informasi dari panitia, Pascal VII ini digelar berbagai kompetisi meliputi bidang agama, sains dan seni dengan pesertanya pelajar SMP/MTs, SMA/SMK/MA se-Aceh dan bahkan Nasional.

Beberapa lomba jenjang SMA/MTs yang diselenggarakan meliputi, komsi Matematika, Fisika, Biologi, English Competition, cerdas cermat dan counting contest.

Untuk jenjang SMA/SMK/MA turut digelar lomba debat bahasa Inggris, Musikalisasi puisi, tajhiz mayyit, syarhil Quran, nasyid acapela, cerdas cermat, counting contest, vocal solo, cipta cerpen, cipta puisi dan festival film pendek. Sedangkan lomba kategori umum yaitu photography dan trivia quiz. (red)