Warga Abdya Terseret Arus Belum Ditemukan

Ilustrasi

BLANGPIDIE – Ali Ajir (32) warga Desa Adan Kecamatan Tangan-Tangan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang bekerja sebagai penarik kayu dari hulu sungai Krueng Susoh dikabarkan hilang terseret arus pada Senin (14/1) sore pasca dua hari dilakukan pencarian belum ditemukan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Amiruddin Rabu (16/1/2019) mengatakan, upaya pencarian korban terus dioptimalkan. Bahkan, pihaknya telah menyisir sepanjang aliran Krueng Susoh, baik ke arah hulu maupun hilir dengan melibatkan tim gabungan yang terdiri dari BPBK, SAR, RAPI, TNI, Polisi hingga masyarakat.

Tidak hanya disepanjang daerah aliran sungai (DAS) Krueng Susoh, pencarian juga dilakukan di kawasan muara Pulau Kayu yang merupakan hilir dari Krueng Susoh. Selain itu, kawasan pesisir Abdya juga menjadi target proses pencarian korban.

“Upaya pencarian terus dilakukan, ada yang menggunakan perahu dan ban, bahkan tim penyelam juga kita ikutkan untuk mencari korban,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, Ali Ajir bersama rekan-rekannya sekitar pukul 16.00 WIB Senin (14/1/2019) kemarin bekerja menarik kayu melalui aliran sungai. Kayu tesebut sebelum diturunkan ke sungai telah dirangkai menjadi sebuah rakit. Setelah berbentuk rakit, korban dan rekannya menaikinya.

Namun setiba di kawasan yang sedikit dalam, korban melompat dari atas rakit ke dalam sungai yang saat itu sedang meluap akibat guyuran hujan dengan intensitas tinggi. Pasca melompat, korban pun langsung hilang ditelan arus sungai yang berwarna keruh. Lokasi hilangnya korban lumayan jauh dari kemukiman warga, yakni sekitar 2 Km lebih dari lokasi bendungan Kreng Susoh. Sehingga berita hilangnya korban juga sedikit terlambat.

“Mengetahui korban hilang, rekan-rekannya langsung memberikan laporan ke masyarakat sekitar,” ujarnya. (ag)