Warga Abdya Terseret Arus Ditemukan Tak Bernyawa


analisisnews.com/agus
EVAKUASI: Tim gabung mengevakuasi jasad Ali Ajir yang ditemukan warga mengapung di Krueng Susoh kawasan Desa Cot Jeurat, Kecamatan Blangpidie Abdya pasca terseret arus tiga hari lalu, Kamis (17/1/2019) pagi.

BLANGPIDIE-Ali Ajir (32) warga Desa Adan Kecamatan Tangan-Tangan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang bekerja sebagai penarik kayu dari hulu sungai Krueng Susoh dikabarkan hilang terseret arus pada Senin (14/1/2019) sore lalu ditemukan dalam kondisi mengapung tidak bernyawa di pinggir Krueng Susoh kawasan Desa Cot Jeurat, Kecamatan Blangpidie, Kamis (17/1/2019) sekira pukul 08.30 WIB.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Amiruddin mengatakan, korban yang terseret arus Krueng Susoh ditemukan oleh warga di kawasan Desa Cot Jeurat dalam kondisi tidak bernyawa.

Warga menemukan jasad korban dalam kondisi telungkup dan mengapung serta tersangkut pada pohon pinang yang tumbang ke dalam aliran Krueng Susoh. Ketika itu, salah satu warga sedang melintasi sungai, kemudian mencium bau yang tidak sedap. Dia sempat berpikir kalau itu hanya aroma tidak sedap dari bangkai hewan atau sejenisnya yang mengambang di sungai.

Guna memastikan sumber bau tersebut, warga dimaksud mendekat dan terkejut saat menemukan sumber dari aroma itu merupakan dari jasad korban hanyut terseret arus.

Pasca mendapatkan informasi dari warga yang menemukan jasad korban, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi penemuan guna melakukan evakuasi dengan menggunakan perahu karet serta kantong jenazah. Setelah diidentifikasi dengan ciri-ciri yang ada, ternyata benar kalau jasad tersebut merupakan Ali Ajir yang terseret arus tiga hari yang lalu.

“Jarak dari lokasi korban tenggelam pertama kali dengan lokasi ditemukan sangat jauh yakni mencapai 7 kilometer lebih. Hal itu dipicu oleh arus air sungai yang lumayan deras, sehingga korban bisa terseret dalam jarak yang lumayan jauh,” terangnya.

Saat ini jenazah korban sudah dibawa pulang ke rumah duka di Desa Adan, Kecamatan Tangan-Tangan menggunakan ambulan yang langsung dikawal oleh Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT bersama dengan BPBK, Tim SAR dan Tagana.

Pasca ditemukannya korban, warga beramai-ramai memadati rumah duka yang didiami korban bersama dengan istri dan satu putrinya yang baru berumur 2,5 tahun. Pihak keluarga tidak menyangka kalau korban begitu cepat meninggalkan mereka. (ag)