BPBK Abdya Tanggulangi Irigasi Krueng Panto Secara Darurat

analisisnews.com/agus
PERBAIKAN: BPBK Abdya bersama dengan masyarakat setempat melakukan perbaikan secara darurat Irigasi Krueng Panto yang jebol beberapa waktu lalu akibat dihantam air, Selasa (29/1/2019)

BLANGPIDIE-Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Barat Daya (Abdya) melakukan perbaikan irigasi Krueng Panto Kecamatan Kuala Batee kabupaten setempat secara darurat. Penanggulangan secara darurat itu dilakukan pasca irigasi dimaksud rusak parah dihantam arus air pada Minggu (20/1/2019) lalu.
Kepala (BPBK) Abdya, Amiruddin Selasa (29/1/2019) mengatakan, upaya perbaikan sementara dilakukan secara darurat, mengingat kebutuhan petani untuk mengairi areal persawahan mereka. Selain itu, kerusakan irigasi ini memang sangat parah, sehingga suplai air ke sawah milik petani tidak bisa dilakukan.
“Kami masih mengupayakan penanggulangan irigasi ini secara darurat dan dibantu satu unit alat berat guna memindahkan material irigasi yang rusak,” paparnya.
Sehari setelah kejadian itu, BPBK langsung melakukan perbaikan secara darurat dengan melibatkan unsur Muspika setempat beserta warga lainnya. Namun hari setelahnya, dinding pengaman irigasi yang terbuat dari karung berisi pasir jebol kembali karena tidak kuat menahan arus air.
“Perbaikan ini merupakan kali kedua, agar suplai air ke ratusan hektare areal persawahan tercukupi,” terangnya.
Layaknya, irigasi tersebut harus diperbaiki secara permanen agar tidak rusak lagi. Apalagi bahan yang digunakan untuk menahan arus air sepanjang 30 meter lebih itu hanya menggunakan karung berisi pasir yang dibantu bambu dan juga pohon pinang sebagai penyanggah.
Pihaknya juga tidak bisa menjamin kondisi irigasi tersebut akan bertahan lama. Sebab, arus air di sungai kawasan itu lumayan deras apalagi saat musim penghujan. Debit air sangat cepat bertambah, jika hujan mengguyur. Sementara, ketahanan irigasi yang dibuat secara darurat ini tidak sebanding dengan kekuatan irigasi yang buat secara permanen.
“Paling tidak, tindakan darurat ini bisa membantu petani hingga musim panen tiba,” harapnya. (ag)