Jembatan Menuju KUA Babahrot Rusak Parah dan Memperihatinkan

analisisnews.com/agus
RUSAK PARAH: Jembatan menuju KUA di Desa Pante Rakyat Kecamatan Babahrot, Abdya rusak parah dan memperihatinkan. Kondisi itu menyulitkan kendaraan dan warga untuk melintas, Jumat (1/2/2019)

BLANGPIDIE-Jembatan dengan struktur kayu yang merupakan akses menuju Kantor Urusan Agama (KUA) Desa Pante Rakyat Kecamatan Babahrot Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) rusak parah. Rusaknya jembatan dengan panjang sekitar 5 meter lebih itu membuat warga maupun pengendara sepeda motor merasa khawatir untuk melintas.

Salma warga setempat, Jumat (1/2/2019) mengatakan, kondisi jembatan tersebut memang sangat parah. Selain itu, lantai jembatan juga sudah banyak yang lapuk. Kondisi tersebut, tentu sangat membahayakan warga yang melintas.

“Jembatan ini telah lama rusak ditambah lagi kondisi lantai yang telah berjamur serta lapuk,” paparnya.

Kepala KUA Babahrot, Khairuddin mengatakan, akibat rusaknya jembatan itu, semua warga termasuk para staf KUA setempat tidak bisa memarkirkan kendaraan roda dua mereka hingga ke lokasi KUA. Mereka terpaksa harus memarkirkan kendaraan puluhan meter dari lokasi kantor. Hal itu dilakukan, lantaran kondisi jembatan tidak sanggup lagi menahan berat kendaraan yang melintas.

“Jangankan untuk dilintasi sepeda motor, untuk pejalan kaki saja sudah merasa khawatir dan takut lantai jembatan akan jebol dan ambruk ke dasar saluran,” tuturnya.

Kerusakan jembatan itu sudah berlangsung lama, sejak selesai dibangun hingga saat ini belum pernah ada perbaikan. Sementara kondisi jembatan semakin memperihatinkan. Disebutkannya, jembatan itu rusak sekitar awal tahun 2007 lalu. Sudah beberapa kali dicoba membuat permohonan tapi tak kunjung juga diperbaiki.

Bukan hanya pihak KUA saja yang merasakan dampak rusaknya jembatan ini, warga Babahrot dan warga lainnya yang akan melansungkan pernikahan ditempat ini juga ikut mengalaminya. Meskipun demikian, pihaknya tetap menjalankan aktivitas sebagaimana biasanya meski dengan kondisi jembatan yang sangat memperihatinkan tersebut.

Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Abdya, Muhibuddin ST mengaku telah beberapa kali membuat usulan dan perencanaan untuk membangun kembali jembatan itu. Akan tetapi, usulan itu masih terkendala dengan persoalan anggaran dan banyaknya program yang menjadi prioritas.

Meskipun demikian, pihaknya tetap mengusulkan untuk pembangunan jembatan itu. Apalagi biayanya tidak besar hanya sekitar Rp.200 juta untuk menyelesaikan jembatan beton dengan panjang 5 meter dan lebar 4 meter.

“Akan kami upayakan, agar pembangunannya bisa dilakukan. Kami juga sudah melihat secara langsung bagaimana kondisi jembatan itu, sangat parah dan memperihatinkan. Apalagi jembatan itu merupakan akses satu-satunya untuk menuju KUA,” pungkasnya. (ag)