Perhumas Muda Ajak Pemerintah dan Swasta Berdayakan Sarjana Komunikasi di Aceh

Oza Akmal Maulana

BANDA ACEH – Ketua Bidang Perhumas Muda Perhimpunan Hubungan Masyarakat Provinsi Aceh, Oza Akmal Maulana, S.I.Kom, AMIPR, mengajak agar Pemerintah Daerah dan sektor Swasta yang menanamkan investasi di Aceh, memberdayakan dan menyerap para sarjana komunikasi lulusan-lulusan Perguruan Tinggi Aceh untuk bidang kehumasan.

“Saat ini banyak program studi komunikasi di Aceh yang telah melahirkan banyak lulusan yang paham tentang kehumasan seperti dari Unsyiah, UIN Ar-Raniry, UTU, Unida, Unimal, STAIN Tgk. Dirundeng dan lain-lain, yang harus diberdayakan dengan baik,” katanya di Banda Aceh beberapa waktu lalu.

Dengan adanya upaya memberdayakan para sarjana komunikasi tersebut, sehingga dapat terserap dan memiliki jenjang karir yang harus didukung, khususnya di bidang Kehumasan.

Disisi lain, Oza yang juga salah satu lulusan terbaik Unsyiah Tahun 2017 tersebut, mengatakan, peran Humas di sektor swasta juga menjadi kunci untuk keberlangsungan operasional investasi di Aceh dan sebagai penunjang demi mendapatkan social license to operate (izin sosial masyarakat).

Dia juga berharap agar para sarjana komunikasi Aceh juga mampu memberikan berbagai inovasi dan strategi humas yang jitu seperti teknik publikasi, pengelolaan event, produksi pemberitaan, community involvement, pengelolaan informasi, teknik negosiasi, dan pengelolaan CSR.

Dengan demikian, sehingga memang benar-benar pantas dan layak untuk dipekerjakan di bidang kehumasan, baik di pemerintahan maupun sektor swasta. Terhambatnya investasi di Aceh, katanya, tidak terlepas dari pengaruh strategi kehumasan perusahaan untuk mendapatkan izin sosial.

“Kami sangat berharap agar sarjana komunikasi Aceh diberdayakan karena mereka bukan hanya paham disiplin ilmu kehumasan namun juga mengerti tentang kondisi sosial masyarakat Aceh sendiri sehingga mampu memberikan strategi yang pas untuk kebutuhan perusahaan,” ujar Oza yang saat ini bekerja sebagai Staff Public Relations di perusahaan tambang batu bara pertama dan terbesar di Aceh itu. (rel/bar)

Editor: Barlian