Wabup Abdya Resmikan Pasar Rakyat Tangan-Tangan

analisisnews.com/agus
RESMIKAN PASAR: Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT meresmikan Pasar Rakyat di Desa Gunong Cut, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Abdya, Rabu (6/2/2019)

BLANGPIDIE-Pasar rakyat yang berlokasi di Desa Gunong Cut Kecamatan Tangan-Tangan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Rabu (6/2/2019) diresmikan. Prosesi peresmian dilakukan langsung Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT didampingi Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag), Jamaluddin, Camat Tangan-Tangan serta sejumlah pejabat lainnya.

Wakil Bupati Muslizar MT mengatakan, pasar tersebut harus dikelola dengan baik, tujuannya agar tidak terjadi kesenjangan sosial dengan masyarakat. Setelah pihak dinas menyerahkan pasar ini kepada kecamatan, besar harapan pasar tersebut dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, layaknya pasar-pasar besar lainnya. Selain itu, kehadiran pasar Tangan-Tangan dengan wajah baru ini, dapat menjadi sumber pendapatan daerah serta mampu memberikan dampak baik bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Abdya.

“Ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat agar harga barang tidak melonjak akibat mahalnya biaya sewa bangunan ruko, serta masyarakat dapat lebih mudah dan nyaman saat berbelanja,” ujarnya.

Dia juga berharap, masyarakat bisa memanfaatkan pasar tersebut dengan sebaik mungkin. Pihaknya berkeinginan agar yang mengelola pasar mampu merubah dan meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya di Kecamatan Tangan-Tangan. Dengan adanya pasar ini, para pedagang akan terbantu karena biaya sewanya juga lebih murah dari pasar lainnya yang ada di Abdya.

Kadiskop UKM Perindag Abdya, Jamaluddin menjelaskan, pasar tersebut dibangun melalui dua paket proyek pembangunan yang menelan anggaran sebesar Rp.4 miliar lebih bersumber dari APBK-DAK tahun 2018. Dengan luas 500×340 meter, Pemkab Abdya membangun 18 unit ruko permanen ditambah satu unit musala termasuk kamar mandi dan toilet yang menghabiskan anggaran sebesar Rp.3 miliar dan dikerjakan oleh PT Gadeng Multi Koalisi. Melalui anggaran yang sama, pemerintah setempat juga merevitalisasi pasar tersebut yang menghabiskan anggaran Rp.1 miliar dengan bentuk mega los sebanyak 6 unit untuk pelelangan ikan yang dikerjakan oleh CV Markisa Perdana Putra.

Tujuan dari revitalisasi pasar rakyat adalah untuk meningkatkan pendapatan para pedagang juga pelaku-pelaku ekonomi yang ada di masyarakat. Selain itu juga untuk memudahkan akses transaksi jual beli dengan nyaman. Revitalisasi pasar rakyat merupakan salah satu bentuk komitmen Kementerian Perdagangan RI untuk meningkatkan daya saing pasar rakyat, meningkatkan kesejahteraan para pedagang melalui peningkatan omzet, mendukung kelancaran logistik dan distribusi bahan kebutuhan masyarakat dan mendorong terjadinya penguatan pasar dalam negeri di era persaingan global yang kian terbuka lebar.

Hadirnya pasar Tangan-Tangan dengan kondisi yang lebih bagus, tentu dapat membuat transaksi jual beli menjadi lebih lancar serta membuat masyarakat menjadi lebih nyaman dalam berbelanja. Selain menyajikan barang-barang untuk transaksi jual beli, pasar juga harus memiliki daya tarik tersendiri, sehingga pembeli tidak merasa jenuh.

“Setelah diresmikan pasar ini langsung diserahkan kepada pihak kecamatan sesuai untuk dikelola dengan baik,” pungkasnya. (ag)