Mobil Tangki dari BNPB untuk Aceh Besar Dipeusijuek

  • Whatsapp

analisisnews.com/istimewa: Wabup Aceh Besar Tgk H Husaini A Wahab mempesijuek mobil tangki dari BNPB untuk BPBD Aceh Besar, disela-sela kegiatan silaturahmi, buka puasa bersama dan santunan anak yatim di Posko Induk BPBD Aceh Besar di kawasan Sibreh, Kecamatan Suka Makmur, Senin (13/5/2019).

KOTA JANTHO – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat mengibahkan satu unit mobil tangki air untuk kepentingan tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar dalam melayani masyarakat. Peusijuek (tepung tawar) mobil tangki tersebut dilakukan Wabup Aceh Besar Tgk H Husaini A Wahab di sela-sela kegiatan silaturahmi, buka puasa bersama dan santunan anak yatim di Posko Induk BPBD Aceh Besar di kawasan Sibreh, Kecamatan Suka Makmur, Senin (13/5/2019).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali, unsur Forkopimda Aceh Besar, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Pemkab Aceh, para relawan bencana, dan tokoh-tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali mengucapkan apresiasi atas dukungan dan bantuan yang diserahkan BNPB Pusat tersebut. Ia berharap, mobil tangki air yang diserahkan itu dapat lebih meningkatkan optimalisasi tugas yang dilakukan personil BPBD Aceh Besar dalam melayani kepentingan publik. “Muda-mudahan, bantuan mobil tangki ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan tugas-tugas kebencanaan di Aceh Besar,” ujar Mawardi Ali.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Besar, Farhan AP kepada wartawan menjelaskan, keberadaan mobil tangki air dengan kapasitan 4.000 liter itu sangat berguna bagi Aceh Besar, apalagi wilayah kerja BPBD Aceh Besar sangat luas. “Dalam bertugas, BPBD Aceh Besar saat ini diperkuat 67 orang personil dan memiliki 12 unit pemadam kebakaran atau Damkar,” kata Farhan AP.

Dia menambahkan, Aceh Besar saat ini memiliki 8 pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK), meliputi Kecamatan Lhoong, Peukan Bada, Kajhu, Durung, Sibreh, Kota Jantho, Seulimuem, dan Saree. “Kedepan, masyarakat Kecamatan Kuta Baro dan wilayah Lamteuba juga mengharapkan agar dibangun pos Wilayah Manajemen Kebakaran, sehingga dapat lebih mempercepat proses penanganan bila terjadi musibah,” tutup Farhan AP. (red/bar)

Pos terkait