Expo Ternak se-Aceh Ramai Dikunjungi Warga

analisisnews.com/agus: EXPO TERNAK: Warga menyaksikan sapi jenis limousin yang dihadirkan dalam ajang expo ternak di Lapangan Pulau Kayu, Kecamatan Susoh, Abdya Jumat (12/7/2019).

BLANGPIDIE-Bulan Bakti Peternakan Tahun 2019 yang berlangsung di Lapangan Pulau Kayu, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), ramai dikunjungi masyarakat kabupaten setempat termasuk kabupaten/kota lain di Aceh.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya, drh. Nasruddin Jumat (12/7/2019) mengatakan, memasuki hari kedua pelaksanaan expo tersebut, seluruh lokasi expo ternak dari 23 kabupaten/kota ramai dikunjungi warga yang ingin menyaksikan 113 ternak dengan ragam jenis tersebut seperti sapi Aceh, kerbau, kuda, sapi hasil inseminasi buatan (sapi Bali, Brahman, Brangus, Limousin dan Simental) serta kambing peranakan etawa (PE).

Dalam ajang perlombaan ternak, expo tersebut juga memperlombakan pameran pembangunan peternakan, asah terampil, lomba burung berkicau dan jalan santai yang mengikut sertakan masyarakat.

“Pengunjung lokasi expo ternak ini sangat ramai. Tidak mesti di siang hari, pada malam hari lokasi ini juga ramai dengan pengunjung,” paparnya.

Umumnya pengunjung lebih tertarik dengan dihadirkannya 113 ternak tersebut. Dari hal itu, mereka bisa mendapatkan ilmu setiap perbedaan jenis dan bobot ternak, serta keunggulan dari ternak itu. Pengunjung sangat termotivasi dengan hadirnya peternak dari kabupaten/kota lain yang bisa memberikan informasi program keberhasilan pembangunan bidang peternakan. Kemudian memperkenalkan sumber daya genetik ternak lokal untuk dikembangkan lebih lanjut, termasuk memperkenalkan produk-produk pangan hasil peternakan.

Bagi masyarakat yang memiliki hobi beternak dan yang telah memiliki usaha ternak, tentu ajang ini bisa menjadi sebuah rujukan guna mengembangkan usaha mereka dan mendapatkan keuntungan yang lebih dari beternak,” terangnya.

“Sangat meriah dan menarik, sebab para peserta serta pengunjung juga akan dihibur dengan tampilan ragam kesenian lokal,” tuturnya.

Ditambahkan, meski baru pertama kali dilaksanakan di Abdya, kegiatan ini sangat bernilai penting. Selain menjadi ajang menjalin silaturahmi sesama peternak, juga dapat merespon masyarakat untuk termotivasi agar lebih giat beternak. Kegiatan ini juga bisa menjadi media untuk memacu prestasi para peternak dalam upaya mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat. (ag)