Jelang Meugang dan Idul Adha, Harga Barang di Abdya Relatif Stabil

  • Whatsapp
Kadiskop UKM Perindag Abdya, Azhar Anis, ST

BLANGPIDIE-Menjelang hari muegang (punggahan) dan menyambut hari raya Idul Adha 1440 hijriah, kondisi sejumlah harga barang di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) relatif stabil. Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Abdya, Azhar Anis, ST kepada wartawan, Kamis (8/8) mengatakan, saat ini harga barang di sejumlah pasar dalam kabupaten setempat relatif stabil. Hal itu dikuatkan dengan hasil survei pihaknya terhadap sejumlah harga barang di pasar dalam kabupaten setempat.

Seperti harga gula Rp.13.000-14.000 per kg, tepung gandum Rp.10.000 per kg, tepung tapioka Rp.12.000 per kg minyak goreng curah Rp.18.000 per bambu, tepung beras Rp.8.000 per kg, bawang merah Rp.20.000-25.000 per kg tergantung jenis, bawang putih Rp. 35.000-40.000 per kg tergantung jenis, tomat Rp.7.000-8.000 per kg dan telur ayam Rp. 42.000-45.000 per papan isi 30 butir.

Hanya cabai merah yang harganya masih belum stabil. Untuk hari ini terpantau Rp.70.000 per kg, sementara beberapa hari yang lalu harga bumbu dapur ini berkisar antara Rp.50.000-55.000 per kg. Tidak stabilnya harga cabai dimaksud lantaran pasokan dari petani sangat minim.

Umumnya cabai merah yang beredar di sejumlah pasar dalam Kabupaten Abdya merupakan pasokan dari petani lokal. Sedangkan pasokan cabai dari luar daerah, seperti dari Tangse Kabupaten Pidie, Terangun Kabupaten Gayo Lues, Takengon Kabupaten Aceh Tengah termasuk dari wilayah Sumatera Utara tidak ada. Malahan cabai lokal hasil panen petani Abdya terpaksa harus diboyong ke wilayah Sumatera Utara guna memenuhi permintaan konsumen menjelang Idul Adha yang tinggal beberapa hari lagi.

Meski secara umum harga barang di Abdya masih stabil, namun pihaknya tidak bisa memastikan kondisi harga tersebut akan bertahan hingga usai perayaan Idul Adha mendatang. Pada umumnya, jika permintaan masyarakat terhadap sejumlah barang dimaksud meningkat, dengan sendirinya kondisi harga akan berubah. Hal itu sangat berpengaruh, lantaran persedian yang terbatas di lapangan, hingga cenderung menciptakan perubahan harga.

“Untuk saat ini persediaan barang mencukupi dan kondisi harganya masih stabil. Namun kami tidak bisa memprediksi apakah harga ini akan tetap bertahan atau malah akan naik. Sebab permintaan konsumen semakin tinggi menjelang meugang dan lebaran,” paparnya.

Dia berharap kepada para pedagang agar tetap konsisten dengan harga sewajarnya, sebab tindakan permainan harga tentu dapat merugikan masyarakat banyak, apalagi dengan tujuan untuk mencari keuntungan yang berlipat ganda dengan memanfaatkan momentum hari besar bagi ummat Islam.

Jailani pedagang di Pasar Blangpidie membenarkan kalau kondisi harga barang saat ini masih relatif stabil. Perubahan harga barang itu menurutnya merupakan hal yang wajar dan kerap terjadi jika permintaan dari masyarakat meningkat tajam. Umumnya harga barang masih stabil, hanya cabai merah yang kerap mengalami perubahan harga. Hal itu dipicu oleh persediaan yang terbatas serta permintaan yang cukup tinggi dari masyarakat.(ag)

Pos terkait