Sempat Viral, Pria Dibacok Begal di KKA Bener Meriah, Ternyata Hoax

  • Whatsapp
Analisisnews.com/Junaidi.
Teguh Widodo (tengah) menyampaikan permintaan maafnya kepada khalayak ramai didepan awak media. Jum’at (23/8/2019).

REDELONG – Viralnya seseorang dibacok begal di jalan KKA pada Kamis 15 Agustus lalu, ternyata informasi bohong (hoax). Awalnya kabar dibacok begal tersebut menimpa Wito atau Teguh Widodo warga kampung Tingkem Benyer, Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah.

Informasi itu telah menyebar luas di telinga khalayak Publik akibatnya membuat masyarakat resah. Dari informasi bohong (hoax) tersebut Teguh dipanggil Satreskrim Polres Bener Meriah dan dimintai keterangan lebih lanjut oleh Kasat Reskrim Polres Bener Meriah Iptu Rifki Muslim, SH.

Bacaan Lainnya

Informasi yang disebarkan tersebut ternyata membuat heboh masyarakat, sehingga Polres Bener Meriah melakukan pendalaman lebih lanjut tentang berita itu.

Setelah dimintai keterangan kepada Teguh (48) oleh pihak Polres, ternyata  informasi begal itu disengaja dan direkayasa olehnya dengan alasan lantaran  karena takut kepada istrinya.

“Setelah dilakukan pemeriksaan lebih dalam, berita ini ternyata tidak benar akan tetapi direkayasa oleh saudara Teguh,” kata Iptu Rifki Muslim,SH dalam konferensi pers, Jum’at pagi (23/8/2019) di Polres Bener Meriah setempat.

Dari pemeriksaan itu Teguh Widodo pun meminta maaf kepada khalayak Publik karena telah menyebarkan informasi bohong yang sudah viral di masyarakat Bener Meriah. Ia mengakui tidak bermaksud melakukan hal tersebut.

“Saya Teguh Widodo menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia khususnya Kabupaten Bener Meriah. Ini saya lakukan tidak ada maksud dan tujuan tertentu, melainkan dikarenakan saya takut kepada istri saya, yang mana saya berjanji tidak akan main kuda lumping lagi. sekali lagi saya minta maaf kepada masyarakat Kabupaten Bener Meriah,” terang Teguh di depan awak media.

Informasi yang diterima analisisnews.com, luka pada bagian lengan kiri Teguh bukanlah luka karena dibacok begal melainkan karena setelah bermain kuda lumping. Larangan ini yang kemudian takut diketahui oleh istrinya luka karena memainkan tradisi tersebut sehingga ia mencari alasan lain untuk membenarkan luka itu, dan akhirnya ia pun mewacanakan dibacok begal.

Teguh tidak ditahan oleh Satreskrim Polres Bener Meriah, melainkan ia diminta untuk tidak mengulangi lagi tindakannya yang dapat meresahkan masyarakat luas. (Jun)

Pos terkait