Mengandung E-coli, 23 Warga Burni Pase Permata Alami Keracunan

Analisisnews.com/Junaidi.
Warga masyarakat yang terkena racun sedang dirawat di Puskesmas Permata. Rabu (28/8/2019).

REDELONG- Setelah melakukan uji laboratorium, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bener Meriah Iswahyudi mengklaim positif sumber air yang ada di desa Burni Pase Kecamatan Permata Kabupaten setempat tercemar E-coli. Akibatnya, sebanyak 23 warga mengalami keracunan.

“Setelah kami melakukan peninjauan ke tempat sumber air bersama kepala puskesmas Buntul Kemumu danĀ  kita melakukan uji laboratorium, ternyata air disana positif E-coli atau sudah tercemar,” kata Iswahyudi kepada media analisisnews.com, Rabu (28/8/2019).

Sementara itu Polres Bener Meriah melalui Kapolsek Permata, Ipda Samsuddin mengatakan, setelah dilakukan pendataan Senin lalu, sebanyak 23 orang dinyatakan sakit dan 2 orang masih dalam perawatan di RSUD Muyang Kute kabupaten setempat sementara Nadifa bayi perempuan meninggal dunia.

“Awalnya interview dengan keluarga korban di mana korban merasa mual dan pusing setelah mengkonsumsi air minuman yang berasal dari air pegunungan. Hingga saat ini jumlah korban yang telah kami data di Puskesmas Buntul Kemumu hingga sampai saat ini sebanyak 23 orang dan 2 orang masih berada di Rumah Sakit Muyang Kute Bener Meriah dan 1 orang meninggal dunia Senin lalu,” kata Ipda Samsuddin. 

Setelah diselidiki kejadian ini sudah terjadi pada 17 Agustus 2019 lalu hingga merenggut nyawa seorang bayi bernama Nadifa. Awal kronologi kejadian sekira pukul 13.00 WIB ibu bayi ini sedang membuat makanan tiba-tiba bayi tersebut muntah disertai mencret yang sedang digendong oleh neneknya.

Pada pukul 16.00 WIB bayi ini mengalami BAB lebih dari 10 kali dan muntah 5 kali, kemudian dibawa ke klinik di Buntul  Kemumu hingga Minggu siangnya. Karena dilihat masih mengalami mencret dan muntah, kemudian bayi ini dibawa ke klinik di Takengon namun klinik tersebut tutup. 

Lalu ibu Nadifa membawa bayinya ke praktek bidan di Takengon dan diberikan obat. 1 jam setelahnya bayi tertidur dan tiba-tiba kejang. Pukul 18.00 wib, bayi dilarikan ke RSUD Datu Beru Takengon untuk mendapatkan perawatan intensif. Namun pukul 02.30 nyawa bayi pun tidak bisa diselamatkan dan dinyatakan telah meninggal dunia. (Jun)