Drs Jamhuri MA Isi Ceramah 1 Muharram di Redelong Bener Meriah

Analisisnews.com/Junaidi.
Tgk Drs Jamhuri MA, saat memberikan tausiyah di lapangan masjid Babussalam, Kabupaten Bener Meriah. Rabu (4/9/2019)

REDELONG – Putra Blang Ara, Kenawat Redelong, Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah Drs Jamhuri MA isi ceramah pada kegiatan tahun Baru Islam. Kegiatan ini digelar oleh Pemkab setempat di lapangan masjid Babussalam setempat. Rabu (4/9/2019).

Dalam ceramahnya terkait 1 Muharram 1441 Hijriah tersebut menyebut bahwa orang yang membuat angka satu adalah orang yang luar biasa jeniusnya di dunia. “1 Muharram adalah angka satu. Lalu apa dibalik angka satu itu semua? ini yang harus kita pahami, kalau kita baca sejarah Nabi Muhammad, SAW, ada yang disebut dengan periode sebelum 1 Muharram, ada periode yang sesudah 1 Muharram, periode 1 Muharram adalah periode titik awal dari pada kemajuan Islam,” kata Jamhuri Dosen Syariah UIN Ar-Raniry Banda Aceh itu.

Kata Jamhuri lagi, ketika Nabi Muhammad hidup di Mekah, hidupnya sangat menderita. Terkadang beliau dilempar dengan kotoran, beliau di caci maki oleh orang-orang pada saat itu. Apakah salah orang mencaci, salah orang yang memaki, ingat, kata-kata Jahiliah yang selama ini kita katakan  bodoh apakah betul? Tanya Jamhuri.

Kembali ia menjelaskan orang yang pada masa Jahiliah adalah orang yang  pintarnya luar biasa, orang yang punya ilmu pengetahuan, kenapa? buktinya Al-Qur’an diturunkan oleh Allah Swt adalah untuk menandingi syair-syair yang berlaku pada jaman Jahiliah karena tingginya syair Jahiliah maka diturunkan Al-Qur’an menandingi syair yang ada.

“Itu bukti, tapi apa yang bisa kita ambil untuk Bener Meriah dari hal itu, ingat pada masa Zaman Jahiliah, orang-orang yang syairnya hebat yang tidak terkalahkan itu dipajang dipasar Ukas dan Julmajas, kenapa? Itu adalah bukti kehebatan orang,” terangnya.

Dilanjutkannya, kalau kita berpikir ke Zaman jahiliah, bagaimana kalau di lapangan Pacuan Kuda kita tempelkan gambar   “Kude Beker Tahun 2019”. Lambang itu tidak boleh turun sebelum ada yang lain yang menang, orang hebat yang punya karya besar mereka menempel ditempat keramaian, tidak boleh diturunkan sebelum ada orang yang mengalahkan, ujarnya.

“Jadi masa Jahiliah adalah masa oranng-orang yang berilmu pengetahuan tinggi tetapi tidak mengamalkan ilmu pengetahuannya, sehingga pada Zaman modern orang katakana ini adalah Zaman Jahiliah modern.”

Kalau kita punya ilmu pengetahuan  tentang kopi, kalau kita punya ilmu pengetahuan perdagangan silahkan kerjakan, inilah makna Jahiliah pada saat itu, banyak orang yang hebat kala itu. Umar Bin Khatab, Abubakar, Usman Bin Afan dan lainnya lalu kenapa dikatakan dengan bodoh? karena mereka tidak mengamalkan ilmu pengetahuannya.

Diakhir Tausiyahnya pembawa acara “Keber ni Gayo” di salah satu stasiun televisi di Banda Aceh itu menjelaskan bahwa dalam sejarah modern semua karya orang harus dihargai,  sembari mencontohkan beberapa karya orang yang namanya langsung diabadikan di karyanya tersebut, tapi terkadang masaalah, dalam pengajian-pengajian dikatakan, katanya jangan takabur, “ike ara buet enti seseder”. 

Pada jaman Modern tegas Tgk. Jamhuri, adalah jaman dimana semua karya kita adalah harus di publish, kenapa?, dinamakan ibadah itu dengan makna siyasah karena  karya, tanamkan ibadah kita itu dengan catatan semua orang tau, karena amal itu tidak hanya berhubungan secara individual dengan Allah, tetapi karya akan dicatat oleh manusia dan orang akan membacanya dan niscaya akan melahirkan ibadah, tukasnya.

Sementara itu Bupati Bener Meriah Sarkawi menyampaikan kata sambutan yang berisikan,  kadang-kadang umat Islam memperhatikan, umat Islam menyemarakkan Tahun Baru Masehi kalender nasional tanggal  1 Januari, tapi kadang-kadang abai dengan tanggal 1 Muharram yang menjadi kalender Islam secara Internasional, kata Bupati mengawali sambutannya.

“Alhamdulillah, kita di Bener Meriah, kedua-duanya kita jaga, kalender nasional yang berlaku di Indonesia dan Tahun Baru Islam 1 Muharram, kedua-duanya kita peringati sebagai agenda kita di Kabupaten Bener Meriah,” jelas Sarkawi.

Sambung Bupati lagi, “Tentu saja tahun baru Islam ini mempunyai makna yang harus kita sikapi bersama-sama, bagaimana tahun 1441 H ini bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, dari segala bidang, segala sisi ini bisa kita benahi bersama-sama”, ungkap Bupati.

Amatan analisisnews.com, acara tersebut dihadiri oleh seribuan pelajar se-kabupaten Bener Meriah, Ketua TP. PKK, Ketua Dharma wanita Persatuan, tokoh masyarakat, alim ulama dan tamu undangan lainnya. (Rel/Jun)