Peserta BPJS Ketenagakerjaan Lhokseumawe 24.000

  • Whatsapp
Wartawan dari PWA dan AJI Lhokseumawe mengikuti Sharring Session Program BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lhokseumawe, Senin (23/9/2019).

LHOKSEUMAWE – Jumlah secara keseluruhan yang menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS) Cabang Lhokseumawe hingga posisi September 2019 mencapai 24.000.

Jumlah tersebut tersebar didalam lima wailayah kerja BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lhokseumawe yang melpitu Kabupaten Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireun, Aceh Tengah, Bener Meriah dengan jumlah perusahaan yang mendaftar tenaga kerjanya sebanyak 12.000 perusahaan.

Hal itu disampaikan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lhokseumawe, Abdul Hadi pada acara Sharing Sesssion Program BPJS Ketenagakerjaan dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lhokseumawe dan Persatuan Wartawan Aceh (PWA) yang berlangsung di Lhokseumawe, Senin (23/9).

Selain itu Abdul Hadi menghimbau para  pekerja informal untuk  mendaftar menjadi peserta Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Hal ini penting untuk mengurangi risiko yang terjadi saat bekerja dan dapat memberikan perlindungan kepada diri sendiri maupun keluarganya.

Dikatakan, secara keseluruhan yang menjadi peserta itu sudah mencapai 24.000 tenaga kerja, dan lebih kurang yang terdaftar sekitar 12.000 perusahaan yang ada di di lima wilayah kerja BPJS Cabang Lhokseumawe. Ditargetkan ke depan bisa mencapai 40.000 tenaga kerja yang terdaftar sebagai perserta dalam program BPJS Ketenagakerjaan..

Dalam rangka meningkatkan jumlah peserta BPJS,  pihaknya juga sudah menyampaikan secara resmi kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayah Lhokseumawe untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

BPJS juga melaksanakan kegiatan  jemput bola serta sosialisasi yang juga bekerja sama dengan Muspida maupun pihak lainnya untuk menjadi peserta tersebut.

A Hadi menambahkan , tahun  2019 peserta BPJS Ketenagakerjaan didominasi aparatur desa di wilayah Aceh Utara dan Lhokseumawe. “Selama tahun2019 , BPJS juga sudah memberikan  santunan bagi yang mengalami kecelakaan kerja maupun meninggal dunia itu sekitar Rp2,4 miliar untuk aparatur desa di daerah tersebut. (z).

Pos terkait