Remaja Perlu Didukung Dengan Informasi dan Keterampilan

Ilustrasi keterampilan remaja

BLANGPIDIE- Remaja perlu didukung dengan informasi dan keterampilan yang tepat dan benar agar tidak terjebak dalam perilaku beresiko, seperti, tawuran, penyalahgunaan narkotika, psikotropika, zat adiktif lainnya (NAPZA), pergaulan bebas dan sebagainya. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Barat Daya (Abdya), Drs Thamrin, Selasa (8/10/2019) saat membuka penggalangan Komitmen Gerakan Edukasi Masyarakat Peduli Anak Remaja (GEMPAR) di aula SMP Tunas Nusa Kompleks Pendidikan Padang Meurante Kecamatan Susoh.

Gambaran kasus prilaku yang menyimpang pada remaja terlihat dari masih banyaknya remaja yang merokok dan menghabiskan waktu dengan kegiatan yang tidak bermanfaat. Selain itu, saat ini dengan adanya perkembangan teknologi, lingkungan dan berbagai informasi dari media, baik positif maupun negatif dapat memicu timbulnya masalah-masalah baru pada remaja. Remaja sejatinya adalah manusia yang sama dengan orang dewasa, memiliki hak asasi yang butuh untuk diakui dan dihargai. Mereka berhak mendapatkan pelayanan pendidikan dan pengajaran yang bermutu sesuai potensi, minat dan bakatnya. Mereka juga berhak atas pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan fisik dan mentalnya. Mereka pun bebas berpendapat, menerima dan mencari informasi sesuai tumbuh kembangnya, didasari dengan nilai kesusilaan dan kepatutan.

Ditambahkan, hal yang sangat penting juga, sebagai orang dewasa berkewajiban untuk memberikan perlindungan, pengawasan, serta pengarahan terhadap perkembangannya. Namun terlepas dari maraknya berbagai kasus terhadap remaja, tidak dipungkiri upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan para pemangku kepentingan lainnya untuk memenuhi hak dan perlindungan terhadap anak remaja telah mengalami kemajuan yang cukup berarti.

Masa remaja merupakan masa terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik fisik, psikologis dan sosial. Pola karakteristik ini meyebabkan remaja mempunyai rasa keingintahuan yang besar sehingga suka mencoba hal-hal baru untuk mencari jati diri tetapi kurang mempertimbangkan dampaknya.

Dia menghararapkan, GEMPAR dapat membantu para remaja untuk mengembangkan pribadi yang lebih sehat, mandiri dan Islami serta dapat mencegah pengaruh lingkungan yang negatif. Untuk itu perlu dilakukan upaya-upaya pencegahan dan penanggulangannya dengan cara menyiapkan generasi muda, khususnya para remaja yang menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, memiliki pribadi yang mantap dan sehat dengan pendekatan terpadu antara orang tua, guru, tenaga kesehatan, petugas lintas sektor terkait, LSM dan yang terpenting peran serta remaja itu sendiri.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membuat terobosan atau inovasi baru dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan peduli remaja yang berkualitas bagi remaja dan untuk memberikan informasi akurat kepada remaja melalui pelatihan konselor sebaya, sosialisasi kesehatan remaja melalui media massa dan elektronik, serta penyediaan wadah atau sarana edukasi dan konseling yang dekat, nyaman serta menarik bagi remaja melalui GEMPAR yang datang ke sekolah-sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Abdya, Safliati SST M.Kes selaku penggagas kegiatan mengatakan, GEMPAR dilaksanakan dengan tujuan agar seluruh komponen bangsa, mulai dari negara, pemerintah, masyarakat, keluarga hingga orangtua untuk bersama-sama mewujudkan kesejahteraan anak remaja dengan menghormati hak-hak dan memberikan jaminan terhadap pemenuhannya tanpa perlakuan diskriminatif.

Selama ini banyak kasus kasus yang bermunculan akibat dari perilaku remaja yang menyimpang. Kasus yang sering menjadi sorotan adalah merokok, penyalahgunaan obat obatan terlarang serta hal negatif lainnya. Penyalahgunaan obat obatan terlarang dan minuman keras saat ini merupakan permasalahan yang tengah berkembang di dunia remaja.

“Maka dari itu, melalui GEMPAR ini nantinya dapat memberikan pemahaman kepada remaja agar terhindar dari hal-hal negatif yang nantinya bisa merugikan remaja itu sendiri,” tutupnya. (ag)