Bantuan Untuk Warga Miskin Jangan Kaitkan Dengan Politik

Bupati Aceh Barat Daya, Akmal Ibrahim

BLANGPIDIE- Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim, Selasa (15/10/2019) mengingatkan kepada seluruh instansi terkait, agar penyaluran bantuan untuk waktu miskin jangan dikaitkan dengan nuansa politik, pemikiran politik, sikap-sikap politik, sikap-sikap kekeluargaan, hubungan pertemanan, tim sukses dan sebagainya.

Menurutnya, tidak ada konteks berfikir politik, tim sukses, sanak suadara dan lainnya dalam hal penyaluran bantuan kepada masyarakat miskin. Semuanya harus lurus, karena dalam agama sudah diatur.

“Saya tekankan jangan sampai ada pemikiran yang demikian. Semuanya harus lurus,” tegas Bupati Akmal saat membuka pelatihan pijat tuna netra dan penyerahan alat bantu disabilitas di Pantai Perak Kecamatan Susoh.

Bupati memberikan apresiasi kepada Dinas Sosial Abdya yang telah bekerja keras dalam mewujudkan pelatihan pijat untuk 12 orang tuna netra serta penyaluran bantuan kepada yang penyandang disabilitas. Dia berharap, program itu tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan oleh mereka yang membutuhkan.

Ditambahkan, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan keahlian pijat bagi para tuna netra. Hal ini merupakan salah satu bentuk kepedulian bersama terhadap saudara-saudara yang membutuhkan perhatian dan dukungan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan ekonominya. Penyandang tuna netra yang berprofesi sebagai peminta-minta atau pengemis merupakan realita sehari-hari, yang tidak dapat dihindari karena keterbatasan yang mereka miliki serta kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap kapasitas mereka, sehingga ini menyebabkan mereka belum dapat berpartisipasi dalam dunia kerja yang lebih profesional. Hal ini tentunya mengakibatkan posisi tuna netra semakin terpuruk.

Melihat kondisi tersebut Pemkab melalui Dinas Sosial sebagai penanggung jawab dan pengurus disabilitas memiliki peran dan fungsi memberikan pembinaan bagi penyandang disabilitas di Abdya. Untuk mewujudkan fungsinya tersebut Dinas Sosial terus melakukan upaya pembinaan dan pendampingan bagi penyandang disabilitas melalui program dan kegiatan pelatihan berbasis usaha ekonomi produktif.

Lebih lanjut dikatakan, pelatihan pijat bagi penyandang tuna netra merupakan salah satu upaya Pemkab Abdya untuk meningkatkan kemampuan dasar, keahlian, keterampilan serta profesionalismenya untuk mewujudkan tuna netra yang mandiri guna meningkatnya kesejahteraan ekonominya. Kegiatan ini juga sesuai dengan misi dari Pemkab Abdya yang tercantum dalam RPJM 2017-2022 yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat rentan melalui pemenuhan kebutuhan sosial dan terwujudnya peningkatan kesejahteraan sosial melalui pelayanan sosial yang berkualitas dengan perluasan partisipasi aktif masyarakat.

“Pelatihan ini kami sertakan dengan memberikan fasilitas yang mendukung bagi penyandang disabilitas, tuna netra diantaranya kursi pijat, matras, kipas angin, dan juga disewakan toko selama satu tahun untuk usahanya. Fasilitas ini semua bisa digunakan bagi masing-masing pribadi tuna netra, untuk kelancaran dalam melakukan aktifitas pekerjaannya,” sebutnya.

Dikesempatan yang sama Bupati Abdya, Akmal Ibrahim didampingi Wakil Bupati, Muslizar MT, Ketua DPRK, Nurdianto dan anggota, Kepala Dinas Sosial, Ikhwansyah menyerahkan enam unit sepeda motor khusus penyandang disabilitas, dua unit kursi roda silebra dan tiga unit kursi roda biasa. Sedangkan dalam pelatihan pijat tuna netra dimaksud, Dinas Sosial Abdya mendatangkan instruktur dari UPTD Tuna Netra Rumah Sejahtera Beujroeh Beukarya, Ladong, Aceh Besar yang juga binaan Dinas Sosial Aceh.(ag)