Angin Kencang, Banjir dan Longsor Landa Abdya

analisisnews.com/agus: BANJIR: Banjir luapan dengan ketinggian bervariasi merendam pemukiman warga di Desa Paoh Kecamatan Susoh, Abdya, Kamis (9/1/2020) sore.

BLANGPIDIE-Angin kencang, banjir luapan yang disebabkan guyuran hujan dengan intesitas tinggi dan longsor melanda kawasan Aceh Barat Daya (Abdya) dan sekitarnya pada Kamis (9/1/2020) sore hari hingga malam membuat sejumlah aliran sungai (Krueng) meluap dan merengsek masuk ke pemukiman warga. Akibatnya puluhan rumah di sejumlah desa yang berada dekat dengan daerah aliran sungai terendam banjir luapan. Selain itu, amukan angin kencang juga merusak rumah warga serta bangunan sekolah dalam kabupaten setempat.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Jumat (10/1/2020), tercatat sebanyak 14 unit rumah mengalami kerusakan pada bagian atap dalam kawasan Kecamatan Susoh. Diantaranya 11 unit rumah warga rusak di Desa Padang Baru, 1 unit rumah di Desa Pinang, 2 unit rumah di Desa Paoh sementara di kawasan lain belum diketahui. Kerusakan parah pada bagian atap juga melanda bangunan SMPN 2 Susoh. Dimana atap sekolah dimaksud berterbangan pasca dihantam angin kencang. akibatnya, proses belajar mengajar di sekolah tersebut menjadi terganggu, lantaran kondisi bangunan yang tidak memungkinkan untuk dipakai untuk kegiatan sekolah bahkan puing-puing atap bangunan yang rusak juga masih berserakan di kawasan sekolah.

“Longsor, banjir luapan, termasuk angin kencang telah merusak belasan rumah warga termasuk sekolah,” ujar Kepala BPBK Abdya, Amiruddin.

Sementara itu, banjir luapan melanda pemukiman penduduk di Kecamatan Blangpidie, Susoh, Setia, Tangan-Tangan, Kuala Batee, Babahrot, dan beberapa titik di kecamatan lain. Lokasi terparah berada di Desa Kuta Bahagia Kecamatan Blangpidie dengan ketinggian air mulai dari 30-80 cm. Selain merendam rumah warga serta kerusakan belasan unit rumah oleh angin kencang, termasuk tumbangnya beberapa pohon yang sempat mengenai rumah warga, banjir luapan tersebut juga merendam sejumlah titik badan jalan dengan ketinggian air yang bervariasi. Seperti di lintasan jalan nasional kawasan Alue Diwi Kecamatan Kuala Batee, kawasan Alue Mangota Kecamatan Blangpidie dan lintasan jalan nasional kawasan Tangan-Tangan.

Kejadian tanah longsor di hari yang sama juga terjadi di kawasan jalan lintas Abdya-Terangun Kabupaten Gayo lues, tepatnya Km 14 dan Km 17 dari Desa Ie Mirah Kecamatan Babahrot. material longsor dari tebing gunung menutup badan jalan, sehingga arus lalulintas menjadi terganggu. Terkait kondisi itu, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Aceh guna dilakukan pembersihan badan jalan, sebab di kawasan itu terdapat alat berat yang sedang melakukan pengerjaan. Banjir yang diduga akibat luapan aliran sungai itu sempat mengagetkan warga. Potensi bencana semakin rentan terjadi seiring tingginya intensitas hujan di wilayah Abdya dan sekitarnya. Untuk itu, pihaknya menghimbau warga agar selalu waspada terhadap bencana tersebut.

Terkait kondisi itu, pihaknya jauh-jauh hari telah menyiapkan tim reaksi cepat yang disebar di sembilan kecamatan dalam kabupaten setempat, guna dapat menginformasikan kepada posko induk BPBK Abdya jika sewaktu-waktu terjadi banjir luapan ataupun bencana alam lainnya. Tim dimaksud akan terus memantau setiap titik-titik yang memang dianggap sebagai kawasan rawan bencana, sehingga upaya evakuasi dan penanggulangan dapat secepat mungkin dilakukan.

“Tim BPBK dan unsur terkait lainnya masih berada di lapangan guna memantau kondisi di lapangan pasca bencana sekaligus membantu warga yang terkena musibah dimaksud,” paparnya.(ag)