LSIK Muhammadiyah Gelar Pelatihan Khatib Shalat Jum’at

  • Whatsapp

BANDA ACEH – Lembaga Studi Islam dan Kemuhammadiyahan (LSIK) Universitas Muhammadiyah Aceh menggelar kegiatan pelatihan Khatib Jum’at, Hari Raya dan Imam di ruang rapat pimpinan lantai 2 biro rektorat universitas muhammadiyah aceh, Senin (9/3/2020).

Acara ini dibuka langsung Rektor UNMUHA Dr. H. Aslam Nur, LLM, MA.

Pelatihan ini diikuti sebagian dari karyawan, dosen Unmuha serta mahasiswa dan beberapa perwakilan dari orton muhammadiyah, dengan jumlah peserta sebanyak 11 orang .

Ujar Muzadi, S.Pd.I selaku ketua penyenggara program kegiatan  mengucapkan trimaksih kepada pimpinan unmuha yang telah bersedia memfasilitasi kegiatan ini sehingga tersenggara sesuai dengan apa yang di harapkan.

Juga ucapan trimakasihnya kepada ketua (LSIK)  Said Mahyiddin Muhammad, S.Pd.i dan sektrataris (LSIK), Hermansyah Adnan,S.Ag yang telah bersedia menjadi pemateri pada kegiatan ini.

Rektor Unmuha dalam arahannya mengatakan, “kita harus mengetahui perbedaan antara pidato, cerama dan khutbah, karna diantara pidato, cerama, dan khutbah itu miris tidak bisa dibedakan. Adapun  perbedaan tersebut adalah dimana dalam berpidato tidak harus adanya ayat al-qu’an dan hadis dalam penyampainnya sedangkan dalam bercerama harus adanya ayat al-qur’an dan hadis yang dibahas sesuai dengan topik ceramah dan khutbah adanya rukun-rukun khutbah yang harus dipenuhi sesuai dengan urutannya.

Rektor juga berharap kepada panitia penyenggara dan perserta pelatihan khutba jum’at, hari raya dan imam melalui pelatihan ini agar melahirkan khatib dan imam yang berintegritas.

Hermansyah Adnan,S.Ag, dalam materinya menjelaskan berkhutbah harus adanya hal-hal yang perlu kita terapkan agar khutbah yang kita sampaikan dapat menyihir perhatian pendengar.

” Adapun hal yang dimaksud adalah untuk menyampaikan khutbah perlu adanya gaya intonasi suara keras, lembut, cepat, dan lambat, selain itu juga disertai dengan gaya mimic muka, tangan, dan badan sesuai dengan intonasi suara dan pesan yang disampaikan”, urainya kepada peserta pelatihan

Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim dan lainya, yang artinya: Dari Jabir bin Abdillah, ia berkata, Rasulullah Saw jika berkhutbah memerah kedua matanya, keras suaranya, bangkit semangatnya bagaikan panglima perang yang memperingatkan kedatangan musuh.
Dalam berkhutbah jangan panjang dan bertele-tele. Hal ini sesuai dengan hadis riwayat Imam Muslim dan lainya, artinya:  Dari Yasir bin Ammar, ia berkata, aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, panjangkan shalat dan pendekanlah khutbah. Hal itu menunjukan kefanahan seseorang dalam salah agama, maka panjangkanlah shalat dan pendekanlah khutbah, dan penjelasan materi harus memukau”,  pungkas Hermansyah Adnan,S.Ag.

Ketua Penyelenggara, Muzadi, S.Pd.I  mengatakan, pelatihan ini adalah merupakan kegiatan yang ke-3 kalinya dilaksakan oleh Lembaga Studi Islam dan Kemuhammadiyahan (LSIK) Universitas Muhammadiyah Aceh, dan berlangsung setiap enam bulan sekali
.
” Program pelatihan ini berjutuan untuk menambah mutu bagi karyawan, dosen serta mahsiswa dan dalam lingkup ortom muhammadiyah dalam bidang khutbah jum’at, hari raya dan imam pada khususnya,” tutur Muzadi, S.Pd.I kepada media ini.(*)

Pos terkait