PDP Covid-19 Meninggal di Aceh Bertambah, Total 2 Orang

Ilustrasi penanganan pasien virus corona meninggal di rumah sakit

BANDA ACEH – Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau dikenal Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang meninggal dunia di Aceh bertambah. Pasien PDP kedua yang meninggal tersebut, menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh, pada Rabu (25/3) malam.

Meskipun demikian, pasien tersebut belum tentu positif terpapar virus corona, karena hasil pemeriksaan laboratorium pasien, belum keluar dari Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI.

“Belum keluar (hasil pemeriksaan lab),” kata Direktur RSUDZA Banda Aceh dr Azharuddin, Sp.OT, K-Spine Fics,  saat analisisnews.com menanyakan hasil laboratorium pasien kedua meninggal di Aceh itu, Kamis (26/3/2020).

Baca juga: PDP Pertama Meninggal di RSUDZA Banda Aceh Positif Corona

Azharuddin mengatakan pasien PDP dimaksud memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri yaitu Malaysia. “Baru pulang dari malaysia,” katanya, seraya menambahkan bahwa ketika pasien sakit, lalu masuk status PDP dan dirawat di RSUDZA.

Baca juga: Pasien PDP Virus Corona di Aceh Meninggal

Pasien sempat mendapat perawatan intensif di RSUZA Banda Aceh, setelah dia mengeluh sakit yang ciri-cirinya mirip Covid-19. Setelah menjalani perawatan sejak tiga hari lalu, pasien menghembuskan nafas terakhirnya, Rabu (25/3) malam.

 “Kami tinggal tunggu hasil (pemeriksaan laboratorium) dari Balitbang Kemenkes RI,” kata Azharuddin.

Sementara, Juru Bicara Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani membenarkan bahwa ada satu pasien PDP meninggal dunia dalam perawatan di Respiratory Intensive Care Unit (RICU) RSUDZA Banda Aceh, Rabu (25/3/2020) malam.

“Benar, ada seorang PDP inisial EY (43 tahun), laki-laki, dari Kabupaten Aceh Utara, meninggal dunia dalam perawatan RICU RSUZA Banda Aceh, sekira pukul 18.40 WIB (Rabu, 25 Maret 2020),” katanya, dalam siaran pers yang diterima, Kamis, (26/3/2020).

EY memiliki riwayat tinggal di daerah transmisi virus corona. Ia warga Aceh Utara yang pulang dari Malaysia. Hasil pemeriksaan ditemukan gambaran pneumonia dan memenuhi kriteria sebagai PDP. 

“Karena itu, ia (EY) ditangani sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Covid-19 di RICU RSUZA Banda Aceh, hingga meninggal dunia karena gagal nafas akibat pneumonia,” ujar Saifullah Abdulgani yang akrab SAG, setelah mengumpulkan informasi di Posko Covid-19 Dinkes Aceh. 

Lebih lanjut SAG mengatakan, EY meninggal dunia dalam status PDP karena belum ada hasil pemeriksaan spesimennya. Sejauh ini, belum bisa disimpulkan EY positif Covid-19 atau meninggal karena pneumonia akut. 

“Tapi, jenazah EY akan tetap diperlakukan sesuai SOP jenazah Covid-19,” kata SAG.

Seperti diketahui, sebelumnya seorang Pasien PDP gejala Covid-19 juga meninggal dunia di RSUDZA, Banda Aceh, Senin (23/3/2020). Pasien asal Lhokseumawe tersebut berinisial AA (56 tahun) berstatus PDP. Hingga Kamis (26/3/2020) siang, pasien PDP yang meninggal di Aceh sudah 2 orang. (b)