Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri Selama Pandemi Diterbitkan

Kakankemenag Abdya, Iqbal S.Ag M.Ag

BLANGPIDIE- Kementerian Agama RI, telah mengeluarkan surat edaran (SE) tentang panduan pelaksanaan ibadah selama pandemi di bulan Ramadan sebagai bentuk antisipasi dan terhindar dari penyebaran Covid-19.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag), Aceh Barat Daya (Abdya), Iqbal S.Ag M.Ag Selasa (7/4/2020) mengatakan, pelaksanaan ibadah dalam bulan Ramadan termasuk Idul Fitri tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Hal itu berdasarkan surat edaran Kementerian Agama RI nomor SE. 6 tahun 2020, tanggal 6 April 2020, tentang panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1441 Hijriah ditengah pandemi wabah Covid-19.

Ada beberapa poin penting dalam surat dimaksud yang berkaitan dengan pelaksanaan salat tarawih, sahur, buka puasa dan tadarus yang tidak dilaksanakan di masjid atau musala. Akan tetapi dilaksanakan secara individual atau berjamaah bersama keluarga inti di rumah masing-masing. Selain itu tidak perlu sahur on the road atau ifthar jamai (buka bersama), baik lembaga pemerintahan, swasta, masjid maupun musala.

Tidak melakukan itikaf di masjid atau musala pada 10 akhir Ramadan yang kerap dilakukan selama ini. Peringatan Nuzulul Quran dengan mengundang penceramah dan menggerakkan massa juga ditiadakan, takbir keliling juga dilarang. Demikian juga pesantren kilat hanya dibenarkan melalui media elektronik.

“Pelaksanaan salat Idul Fitri yang biasanya di masjid, musala maupun di lapangan ditiadakan. Terkait hal itu, nanti akan keluar fatwa MUI. Demikian juga, silaturrahim atau halal bihalal yang lazim dilaksanakan, cukup dengan video call atau media sosial saja,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan, mengenai pengumpulan dan pendistribusian zakat fitrah dan ZIS (zakat, infaq dan sadaqah), juga ada panduan dalam surat edaran Menag tersebut. Hal itu perlu diingatkan, agar meminimalisir kontak fisik dalam mencegah merebaknya wabah corona.

“Beberapa panduan lainnya juga ada dalam surat edaran dimaksud, harus ditaati bersama, demi kepentingan dan kesehatan bersama, dengan harapan Abdya tetap aman dari bahaya virus Covid-19 yang berbahaya itu,” pungkasnya. (ag)