Pasar Daging Meugang Dadakan Menyambut Puasa Ditiadakan

Bupati Abdya, Akmal Ibrahim

BLANGPIDIE-Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menghimbau kepada seluruh pedagang daging dadakan disaat hari meugang (punggahan) menyambut Ramadan 1441 hijriah untuk meniadakan aktivitas penyembelihan dan penjualan daging. Hal ini sebagai bentuk upaya meminimalisir penyebaran virus corona (covid-19) di kabupaten setempat. Himbauan tersebut disampaikan Bupati Abdya, Akmal Ibrahim melalui surat edaran nomor 450/422/2020 tanggal 9 April 2020 tentang pelaksanaan meugang tahun 1441 hijriah/2020 masehi.

“Himbauan itu bertujuan agar penyebaran virus tidak meluas dan berkembang yang menjadi gangguan, kesehatan, keamanan dan ketertiban bagi masyarakat Abdya,” ujar Kabag Kominfo, Persandian dan Protokoler Setdakab Abdya Mawardi, SH.

Dalam himbauan tersebut, Bupati Abdya meniadakan aktivitas pemotongan dan pejualan daging meugang jelang puasa di Krueng Beukah dan di lapangan Desa Seunulop Manggeng. Tradisi penjualan daging kerbau dan lembu seperti di kawasan bantaran Kueng Beukah Kecamatan Blangpidie dan di lapangan Desa Seunulop Kecamatan Manggeng telah ada sejak lama serta telah menjadi lokasi pasar dadakan terfavorit bagi warga kabupaten setempat.

Bagi masyarakat atau pedagang yang ingin melakukan kegiatan pemotongan dan penjualan daging dapat dilaksanakan di lingkungan desa masing-masing namun tetap dengan menjaga jarak. Mengenai lokasinya dianjurkan di tempat yang aman, bersih dan tidak mengganggu arus lalu lintas serta tidak bergabung antara satu pedagang dengan pedagang yang lain guna menghindari kerumunan banyak orang yang akan membeli daging.

Lebih lanjut dikatakan, bagi pemilik ternak atau hewan yang akan dipotong harus sehat dan bebas dari penyakit menular dibuktikan dengan surat pemeriksaan cek kesehatan ternak yang dikeluarkan dinas terkait. Selain itu, Bupati Akmal juga melarang memasukkan daging segar atau daging beku dari wilayah lain selain ternak yang dipotong dalam wilayah Kabupaten Abdya. Bupati juga mengharapkan kepada para camat untuk bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Abdya agar melakukan pemantauan bagi masyarakat desa yang melaksanakan pemotongan ternak di hari meugang nanti.

“Kepada masyarakat yang ingin membeli daging meugang diharapkan selektif memperhatikan kualitas daging atau menanyakan surat kesehatan ternak yang dijual. Tujuannya agar masyarakat tetap dapat mengkonsumsi daging yang sehat. Besar harapan himbauan tersebut dapat dipatuhi guna menjaga kesehatan bersama dan terhindar dari penyebaran virus corona,” tuturnya. (ag)