Dandim: Tidak Ada Penyerobotan Lahan Warga

analisisnews.com/agus: KETERANGAN: Dandim 0110/Abdya Letkol Czi M Ridha Has ST MT memberikan keterangan saat temu ramah dengan sejumlah wartawan terkait isu yang berkembang tentang adanya oknum TNI yang menyerobot lahan warga, Senin (27/4/2020)

BLANGPIDIE-Dandim 0110/Aceh Barat Daya (Abdya) Letkol Czi M Ridha Has ST MT, menegaskan selama ini tidak pernah terjadi tindakan penyerobotan lahan milik warga di Desa Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee, kabupaten setempat oleh oknum TNI di jajaranya. Hal itu disampaikannya saat temu ramah dengan sejumlah wartawan di Makodim, Senin (27/4/2020).

Dikatakan, isu penyerobotan lahan tersebut mulai terdengar sejak beberapa warga yang mengatasnamakan kelompok tani di desa setempat melakukan audiensi dengan beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Abdya pada Rabu (15/4/2020) lalu. Dalam audiensi itu, salah satu perwakilan warga menuding bahwa ada oknum TNI yang melepaskan tembakan saat ada warga memprotes penyerobotan lahan dimaksud.

“Mereka tidak hanya menuduh melakukan penyerobotan lahan, tapi juga mengatakan ada oknum anggota TNI yang melepaskan tembakan beberapa kali. Jelas ini telah mencoreng nama baik TNI, kalau memang bisa dibuktikan saya siap bertanggungjawab,” tegasnya.

Dia juga menginginkan agar persoalan keselahpahaman ini cepat berakhir. Karena apa yang sudah diinformasikan tersebut tidaklah benar dan terkesan mengada-ngada. Jika memang ada anggotanya yang melepaskan tembakan silahkan dibuktikan lengkap dengan saksinya, menggunakan senjata apa dan amunisi apa.

“Jika anggota saya melepaskan tembakan, pakai amunisi apa dan senjata apa yang dibawa. Tidak mungkin seorang Babinsa bisa dengan serta merta menenteng senjata tanpa izin yang jelas. Kemudian Babinsa yang bertugas di Koramil tersebut, sudah lama dikenal oleh warga setempat,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, sebagai penjaga teritorial, tidak mungkin seorang TNI melepaskan tembakan tanpa perintah yang jelas. Karena senjata TNI itu diciptakan untuk perang, bukan digunakan untuk main-main apalagi memberi peringataan. Dia menduga, dibalik persoalan ini ada oknum yang mencoba memperkeruh suasana untuk kepentingan pribadinya. Bayangkan saja, secara tiba-tiba ada oknum warga yang mendadak muncul mengaku sebagai kelompok tani dan memiliki lahan disana.

“Kalau memang benar ada masalah lahan yang diserobot, silahkan yang datang itu pemilik lahan sebenarnya kepada saya bukan mengatasnamakan warga. Saya siap menfasilitasi, kalau ada anggota saya yang mencoba mengancam dan akan saya tindak,” pungkasnya.

Dia kembali menegaskan, bahwa tidak ada lahan yang diserobot. Sebab tidak mungkin seorang Babinsa bisa menguasai lahan hingga 50 hektare lebih. Sejauh ini pihaknya tetap akan kooperatif dalam menyikapi masalah ini. Biarlah persoalan lahan itu dijawab oleh pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN), sebab mereka yang mengetehaui secara detail terkait persoalan tanah, ukuran dan kelengkapan lainnya. (ag)