Dihantam Banjir Luapan, Jaringan Irigasi Jebol



Foto: analisisnews.com/agus
JEBOL: Jaringan irigasi di Desa Kuta Bak Drien Kecanatan Tangan-Tangan Abdya jebol akibat dihantam banjir, Sabtu (2/5/2020).

BLANGPIDIE-Jaringan irigasi yang mengairi areal persawahan di Desa Kuta Bak Drien, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) jebol diterjang banjir luapan, pada Kamis (30/4/2020) malam sekira pukul 21.00 WIB. Akibatnya tidak sedikit sawah milik petani setempat yang rusak karena tertimbun material banjir berupa pasir dan kerikil.

Keuchik Kuta Bak Drien, Syarkani, Sabtu (2/5/2020) mengatakan, rusaknya saluran irigasi tersebut lantaran tidak sanggup menahan hantaman derasnya air banjir luapan. Ada sekitar 60 petani yang bakal terancam gagal panen akibat jebolnya jaringan tersebut. Dimana,  padi yang sudah ditanam tidak bisa dimanfaatkan lagi dan harus tanam ulang. Kejadian serupa juga pernah terjadi pada tahun 2019 lalu, dimana sekitar 50 meter jaringan irigasi rusak parah. Kemudian pada Kamis malam lalu sekitar 100 meter lagi yang jebol, hingga membuat sawah warga tertimbun material banjir. Bahkan suplai air ke areal persawahan lain juga terputus. Proyek saluran irigasi itu dibangun sekitar tahun 2018 lalu, namun dia tidak tahu persis berapa jumlah anggaran untuk penyelesaian tanggul tersebut.

“Kami melihat pekerjaannya terkesan asal jadi karena pondasi tanggul hanya sekitar 25-30 centimeter. Sehingga dinding jaringan irigasi itu tidak kuat bahkan bisa saja akan ada kerusakan selanjutnya,” ungkapnya.

Dia berharap kepada dinas terkait agar secepatnya memperbaiki jaringan irigasi tersebut, sehingga puluhan hektare sawah disepanjang saluran irigasi ini bisa aman dari terjangan banjir. Pihaknya juga bermohon kepada pemerintah daerah bisa membantu petani untuk mengangkat material banjir  itu agar lahan sawah kembali bisa ditanami padi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Amiruddin secara terpisah mengatakan, pihaknya akan berupaya membersihkan material banjir di dalam sawah warga tersebut termasuk mengangkat patahan tanggul yang berserakan diterjang bajir.

“Kami sudah turun langsung ke lokasi dengan Wakil Bupati termasuk instansi terkait lainnya untuk melihat kondisi sawah warga yang sudah tertimbun kerikil tersebut,”  ujarnya.

Pihaknya akan membuat pengaman darurat dengan memancang pohon kelapa ditambah susunan karung berisi pasir guna mencegah masuknya material banjir ke dalam sawah. Paling tidak upaya penanggulangan secara darurat itu dapat bertahan hingga tanggul itu kembali dibangun.(ag)