Dinding Jaringan Irigasi Jebol Serap Anggaran Rp.5,3 miliar


Foto: analisisnews.com/agus
JEBOL: Jaringan irigasi di Desa Kuta Bak Drien Kecanatan Tangan-Tangan Abdya jebol akibat dihantam banjir, Sabtu (2/5/2020).

BLANGPIDIE-Jaringan irigasi di Desa Kuta Bak Drien, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang jebol pasca dihantam banjir luapan beberapa hari lalu diinformasikan menghabiskan anggaran mencapai Rp.5,3 miliar lebih yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2018.

Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Abdya, Sabri SE Senin (4/5/2020) mengatakan,  jaringan irigasi DI Tangan-Tangan dibangun sebanyak tiga ruas pada tahun 2018 dengan menyerap anggaran Rp.5,3 miliar lebih bersumber dari DAK tahun 2018 dan dikerjakan oleh perusahaan berinisial PT. IMJ sejak tanggal 23 Juli-19 November 2018 dengan nomor kontrak 602.1/09/SPPK/DAK/SDA-DPUPR/2018. Pada ruas pertama, jaringan irigasi itu dikerjakan sepanjang 3 kilometer lebih, ruas kedua sepanjang  392 meter dan ruas ketiga di Dusun Purnama sepanjang 1 kilometer lebih.

Dijelaskan, berdasarkan kajian teknisnya dalam asbuilt drawing, ketebalan pondasi jaringan irigasi itu 40 centimeter dan lebarnya 50 centimeter. Sementara ketinggian jaringan irigasi 1,19 meter. Disinggung terkait kondisi di lapangan apakah proyek itu telah sesuai dengan pengerjaan seharusnya, dia tidak bersedia memberikan tanggapan apapun. Sebab, proyek yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah uang negara itu dikerjakan sebelum dia dilantik sebagai Kabid pada bidang dimaksud.

“Saya telah ke lapangan guna melihat kondisi jaringan irigasi yang rusak. Terkait mutu proyek saya kurang tahu, sebab dikerjakan sewaktu saya belum menjabat pada bidang ini,” terangnya singkat. (ag)