Dalam Masa Pandemi Covid-19, BKKBN Aceh terus Sosialisasikan Program Banggakencana

Kepala Perwakilan BKKBN Aceh Drs. Sahidal Kastri M.Pd

CALANG – Dimasa pandemi virus corona (Covid-19), Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh terus menyosialisasikan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Banggakencana) dengan mematuhi aturan dan anjuran protokol kesehatan dimasa Pandemi.

Demikian harapan Kepala Perwakilan BKKBN Aceh Drs. Sahidal Kastri M.Pd yang disampaikan pada pertemuan dengan OPD KB Kabupaten Aceh Jaya bertepatan dengan Pencegahan putus pakai alat kontrasepsi pada masa pandemi Covid-19 di Aula Dinas Pemberdayaan Masyrakat, Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Aceh Jaya, Selasa (5/5/2020).

Pertemuan ini juga turut didampingi Kepala Dinas, Kabid KB Aceh Jaya serta para PKB/PLKB Aceh Jaya. Selanjutnya, BKKBN Aceh juga berupaya menghimbau agar seluruh keluarga mengikuti anjuran pemerintah dengan menerapkan physical distancing atau jaga jarak fisik.

Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Sahidal Kastri menegaskan, dalam situasi seperti ini, Program Banggakencana tetap dapat dijalankan dengan mematuhi aturan serta anjuran dengan tidak mengurangi kinerja OPD KB dan tenaga penyuluh di kabupaten/kota.

“Isu strategis terkait Program Banggakencana yang berkembang saat ini perlu kita dukung dan segera mendapat perhatian khusus dengan strategi dan berbagai kegiatan prioritas yang harus dilaksanakan pada tahun 2020. Oleh karena itu, diperlukan sinergitas dan komitmen para pemangku kepentingan di kabupaten/kota dalam mengimplementasikan Program Banggakencana di seluruh tingkatan wilayah,” kata Sahidal Kastri.

Adapun pertemuan tersebut dilaksanakan secara terbatas dengan tetap mengedepankan tata cara protokol kesehatan pencegahan COVID-19.
Lebih lanjut Putra Kuta Cane tersebut mengajak kepada seluruh tenaga Lapangan sebagai petugas Keluarga Berencana, terus meningkatkan ketahanan keluarga, menyampaikan KIE dan kampanye silahkan menikah/kawin. “Tapi sementara tunda dulu kehamilan, serta mengimbau seluruh keluarga dengan Berkumpul Berinteraksi Berdaya dan Berbagi dalam keluarga sehingga keluarga menjadi Tenteram, Mandiri dan Bahagia,” harapnya. (rel/red)