Jembatan Penghubung Desa Terancam Ambruk ke Dasar Sungai


Foto: analisisnews.com/agus
TERANCAM AMBRUK: Jembatan penghubung Desa Alue Dama dengan Desa Ujung Tanah, Kecamatan Setia, Abdya, terancam ambruk ke dasar sungai akibat termakan usia, Kamis (7/5/2020)

BLANGPIDIE-Jembatan penghubung desa antara  Desa Alue Dama dengan Desa Ujung Tanah Kecamatan Setia Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terancam ambruk ke dasar sungai. Jembatan tua yang dibangun beberapa tahun silam itu sekarang kondisinya sangat memperihatinkan.

Sardi salah seorang warga kepada wartawan, Kamis (7/5/2020) mengatakan, jembatan dengan panjang sekitar 35 meter dan lebar 4 meter itu setiap harinya kerap dilintasi oleh ratusan warga yang hilir mudik guna melaksanakan aktivitas sehari-hari. Bangunan jembatan yang dibangun melintasi sungai dengan medan rawa-rawa tersebut, sebagian besar kontruksinya sudah rusak. Posisi jembatan dibagian tengah juga sudah patah dan melengkung ke bawah dan hampir menyentuh aliran sungai, disebabkan pilar tengah jembatan sudah lama amblas ke dasar sungai. Aspal yang melapisi badan jembatan juga terkelupas termakan usia, sehingga sulit dilintasi kendaraan maupun pejalan kaki.

“Lantai jembatan patah dan melengkung hingga nyaris menyentuh aliran sungai. Jembatan ini sudah tidak layak untuk digunakan, apalagi kerusakan ini telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan instansi terkait juga kerap meninjau kerusakan jembatan ini. Tapi hingga kini belum ada tanda-tanda untuk diperbaiki,” tuturnya.

Ditambahkan, patahan lantai jembatan seiringan berjalannya waktu semakin parah, di tambah lagi dengan kondisi konstruksi jembatan yang semakin parah, masih ada juga truk pengangkut material bangun yang nekat melintasi jembatan itu. Jika jembatan ini ambruk, maka ratusan warga yang sering menggunakan jembatan penghubung ini, terpaksa harus memutar ke jalan nasional yang jaraknya lebih jauh.

“Kami selaku masyarakat  berharap jembatan ini dapat dibangun kembali, sehingga lebih memudahkan masyarakat. Jika dibiarkan dalam kondisi rusak, dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan masyarakat yang melintasi jembatan ini,” ujarnya.

Kabid Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Abdya, Muhibbudin ST membenarkan kondisi jembatan penghubung desa itu. Bahkan pihaknya bersama dengan tim telah meninjau langsung kondisi jembatan sekaligus melakukan penghitungan jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan jembatan itu. Dari hasil perhitungan yang dilakukan dengan kondisi lokasi yang demikian, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp. 5 miliar lebih.

Sejauh ini pihaknya telah mengusulkan pembangunan jembatan dimaksud, pada anggaran DOKA tahun 2021 mendatang. Jembatan yang diusulkan lanjutnya, adalah jembatan rangka baja. Hal itu mengingat kondisi medan dengan struktur tanah payau. Akan hal itu dia meminta masyarakat untuk tetap bersabar sampai jembatan itu segera dibangun.

“Telah kami usulkan, mudah-mudahan pembangunan jembatan baru dapat terwujud sebagaimana harapan masyarakat setempat,” imbuhnya. (ag)