Komisi VI DPRA Tolak Pemotongan Dana untuk Dayah

Ketua Komisi VI DPRA Tgk H Irawan Abdullah. Foto: ist

BANDA ACEH – Komisi VI DPRA tegas menolak “pemotongan” anggaran untuk dayah-dayah di Aceh yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (2020) melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh sebesar Rp.205 miliar.

“Kami mohon ketua DPR Aceh menyampaikan rekomendasi penolakan ini kepada Plt Gubernur Aceh c.q Tim TAPA,” kata Ketua Komisi VI DPR Aceh Tgk H Irawan Abdullah di Banda Aceh, Rabu (6/5/2020).

Dia menyebutkan rekomendasi penolakan pemotongan anggaran dayah setelah adanya pertemuan khusus Komisi VI DPR Aceh dengan Dinas Pendidikan Dayah Aceh.

Dalam pertemuan tersebut, Tgk H Irawan Abdullah mengatakan anggaran dayah sebesar Rp205 miliar tersebut dipotong dan digeser untuk penanganan COVID-19. Padahal, dayah-dayah di Aceh membutuhkan anggaran tersebut.

“Akibat pemotongan tersebut menimbulkan keresahan para pimpinan dayah. Anggaran tersebut dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan dayah yang telah direncanakan sebelumnya,” katanya.

Anggota DPRA dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyebutkan dari pertemuan dengan Dinas Pendidikan Dayah Aceh, pemotongan dana dayah tersebut masih bisa dibatalkan dan dikembalikan ke pos anggaran semula.

Untuk penanganan COVID-19, katanya, masih ada sumber lainnya dalam APBA 2020 yang lebih tepat, seperti anggaran proyek tahun jamak. Kini, tinggal kebijakan gubernur Aceh dan Tim Anggaran Pemerintah Aceh menindaklanjutinya.

“Kami berharap Pelaksana Tugas Gubernur Aceh merespons rekomendasi Komisi VI DPR Aceh dengan mengembalikan dana tersebut guna memenuhi kebutuhan dayah-dayah sebagai lembaga pendidikan Islam di Aceh,” katanya. (red)