Mauzan Kuara Minta Pemerintah Bener Meriah Harus Realistis

Analisisnews.com/Junaidi.
Alumni Pertanian Universitas Gajah Putih Takengon, Mauzan Kuara.
Kamis (7/5/2020) .

REDELONG – Ditengah mewabahnya Pandemi Covid-19 yang masih belum tahu kapan akan berakhir, alumni Pertanian Universitas Gajah Putih Takengon, Mauzan Kuara, meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Bener Meriah agar realistis.

Selain itu, daerah yang dipimpin oleh Bupati Sarkawi tersebut diminta tidak menciptakan kegaduhan dalam mengambil keputusan.

“Menghadapi separuh Ramadhan ini, pemerintah harus realistis dalam memangku kebijakan, masyarakat sudah sangat gerah akan kondisi saat ini. Kita percaya bahwa wabah ini akan berlalu,” tegas Mauzan Kuara.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah mulai linglung dan didesak masyarakat akan kebijakan saat ini terkait BLT Bantuan Langsung Tanam yang berbenturan dengan  Kementerian Desa (Kemendes) 

“Saya kira pemerintah perlu mengkaji ulang atas kebijakan yang telah disampaikan ini. Jika dilihat dari keadaan, tentu tidak memungkinkan, apalagi potensi menanam,” kata Mauzan kepada media analisisnews.com, Kamis malam (7/5/2020).

Potensi penanam kata Mauzan, tidak akan mendukung, karena melihat lahan garap sangat sedikit di daerah kabupaten Bener Meriah dibanding kopi kurang lebih mencapai 43.000 Hektare.

Sementara terkait dengan dana desa yang telah diatur dalam perbub, Reje Kampung harus merealisasikan dalam bentuk tunai.

Tidak selesai disitu saja, Ketua Ikatan Generasi Mandiri Bener Meriah (IGM-BM) juga menyinggung harga kopi yang masih stagnan, yaitu dengan kisaran asalan 39 ribu sampai 41 ribu. Belum lagi harga palawija juga sangat rendah di kabupaten kopi tersebut.

Resi gudang yang digulirkan oleh Pemkab Bener Meriah kata Mauzan, juga tidak ada kejelasan hingga saat sekarang ini. Untuk itu, ia kembali menegaskan untuk realistis karena masyarakat sedang menjerit.

“Bagaimana dengan resi gudang yang digagas pemerintah? Belum ada kejelasan sampai sekarang. Saya pinta pemerintah harus realistis masyarakat sedang menjerit,”tutupnya. (Jun)