KNPI Aceh Bantu Korban Banjir Bandang di Aceh Tengah dan Bener Meriah

TAKENGON – Musiban banjir bandang di kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah yang terjadi pada Rabu (13/5/2020), menarik perhatian semua pihak. Tidak hanya pemerintah, para pemuda di Aceh juga turut memberikan perhatian. Seperti yang dilakukan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh yang membantu korban banjir dengan menyalurkan 200 paket bantuan Sembako.

Wahyu Saputra mengatakan, paket bantuan tersebut berupa beras, minyak goreng, telur, mie instan dan gula. Dari 100 paket bantuan, juga disisihkan ke beberapa korban bencana selain banjir yakni korban kebakaran di dua kabupaten tersebut. “100 paket tersebut tidak semua di Paya Tumpi (korban bencana banjir), ada juga untuk bencana longsor,” ungkapnya.

Ketua DPD KNPI Aceh Wahyu Saputra SE langsung mnyerahkan paket tersebut melalui Ketua KNPI Bener Meriah Fajarsyah Putra sebanyak 100 paket, dan Ketua KNPI Aceh Tengah Edy Gunawan 100 paket pada Sabtu (16/5/2020).

“Seluruh paket Sembako nantinya disalurkan langsung ke masyarakat yang terdampak banjir bandang di kedua Kabupaten tersebut oleh pengurus KNPI setempat,” ujarnya.

Wahyu mengatakan, bantuan tersebut diberikan untuk meringankan beban korban bencana. Sesampai di lokasi, Wahyu mengaku, turut prihatin dan belasungkawa atas musibah banjir bandang yang menimpa saudara kita di Aceh Tengah dan Bener Meriah.

“Dari kami anak muda hanya mampu sedikit perhatian kami berikan, sedangkan perhatian yang lebih besar dari Pemerintah, karena sudah tugas pemerintah untuk melindungi masyarakatnya,” tuturnya.

Dia berharap, hadirnya pemuda di daerah itu, dapat menghibur dan meringankan beban para korban. “Mudah-mudahan dengan kehadiran kami memberikan bantuan, dapat menghibur dan meringankan mereka yang terkena musibah banjir bandang itu. Kepada masyarakat yang tertimpa musibah hendaknya tabah dan sabar,” katanya.

Wahyu Saputra juga mengharapkan kepada seluruh pengurus KNPI Kabupaten / Kota se-Aceh harus siap siaga terhadap bencana. Dengan kondisi alam seperti ini baik dalam kondisi Covid-19 maupun bencana banjir dan kemarau semua elemen masyarakan memiliki kesiagaan bencana.

Dikatakannya, bencana itu selalu ada kapan saja terjadi, selaku pemuda harus sigap dan siaga untuk selalu berada di garda terdepan dalam penanggulangan bencana. “Kalau ada bencana di mana saja, Pemuda harus selalu berada di garda terdepan membantu masyarakat, bekerjasama dengan BPBA/BPBD TNI Polri. Pemuda jangan berdiam diri saat bencana itu terjadi,” harapnya.

Wahyu menilai bencana yang terjadi selama ini merupakan ulah manusia, salah satunya masih kerap terjadi ilegal logging. Dia berharap pemerintah lebih pro-aktif, untuk menjaga lingkungan, perangkat desa, seperti Keuchik untuk selalu menjaga wilayahnya. Wahyu Saputra berharap, kalau sudah terjadi bencana, pemerintah dan semua pihak terkait harus cepat bertindak. “Jika terjadi penebangan liar itu, langsung mengambil tindakan, jadi tidak membiarkan,” harapnya. (adv)