Areal Persawahan di Manggeng Terendam Banjir Luapan

Foto: analisisnews.com/agus
TERENDAM BANJIR: Areal persawahan di kawasan Teupin Batee Desa Sejahtera Kecamatan Manggeng, Abdya terendam banjir luapan, Senin (18/5/2020)

BLANGPIDIE-Areal persawahan di kawasan Teupin Batee Desa Sejahtera Kecamatan Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terendam banjir luapan. Rendaman air itu berasal dari luapan air di saluran irigasi yang berada di kawasan areal persawahan dimaksud.

Zulkifli petani setempat, Senin (18/5/2020) mengatakan, air yang merendam areal persawahan tersebut memang kerap terjadi, lantaran saluran irigasi tidak mampu menahan debit air hujan yang mengguyur wilayah Abdya. Ditambah lagi empat anak saluran air lainnya juga mengalir ke saluran serupa. Bahkan ketebalan sendimen, juga menjadi pemicu utama meluapnya air.

Menurutnya, rendaman air itu telah berlangsung selama dua hari berturut-turut. Bahkan tanaman padi berusia muda, rata-rata sepekan pasca tanam terancam mati jika air tak kunjung surut. Selain itu, hampir sehektare tanam padi milik petani setempat, terpaksa harus ditanam ulang, lantaran padi yang telah ditanam mati teredam air.

“Kerap terjadi, sehingga membuat tanaman padi banyak yang rusak. Kondisi itu disebabkan, aliran irigasi yang berada di kawasan itu menampung sebanyak  empat saluran lainnya. Sehingga disaat curah hujan meningkat, air dengan cepat meluap dan merendam tanaman padi,” ujarnya.

Erly petani lainnya, mengatakan para petani setempat tentunya telah banyak menghabiskan tenaga dan biaya untuk menggarap sawah tersebut, termasuk mengeluarkan biaya penanaman ulang padi. Bahkan pada waktu itu, pemerintah dalam hal ini instansi terkait terkesan tidak menghiraukan nasib petani yang menjadi korban banjir luapan sungai itu.

Ditambahkan, saat ini petani di kawasan tersebut sedang fokus melakukan perawatan tanaman dan ada yang sedang memulai menanam padi. Namun akibat intensitas hujan yang mengguyur Abdya masih tinggi, areal persawahan menjadi terendam. Meski hujan yang mengguyur Abdya tidak dalam waktu yang lama, air yang merendam areal persawahan tidak langsung surut, bahkan bisa merendam lahan sawah hingga 2-4 hari. Persoalan banjir luapan itu merupakan hal yang serius dan perlu penanganan yang serius pula dari Pemkab Abdya, terlebih seluruh petani di Abdya sedang menggalakan program tanam padi dari pemerintah setempat.

Kejadian meluapnya air dan merendam areal persawahan juga kerap terjadi di areal persawahan di Paya Laot, Desa Lhueng Baro, Kecamatan Manggeng. Beberapa hektare sawah petani di lokasi itu terendam lantaran sendimen dalam saluran sudah tebal termasuk gorong-gorong saluran yang sudah sempit hingga membuat air meluap. Terendamnya tanaman padi itu bukan hanya kali ini saja, bahkan sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Jika hujan deras mengguyur, petani tidak bisa berbuat banyak.

“Kami berharap saluran irigasi itu segera dilakukan normalisasi oleh isntansi terkait agar kejadian serupa tidak terulang lagi dan merugikan petani,” imbuhnya. (ag)