Puluhan Unit Rumah di Abdya Rusak Parah Dihantam Ombak


Foto: analisisnews.com/agus
HANTAMAN OMBAK: Hantaman ombak besar merusak rumah warga di Desa Palak Kerambil dan Panjang Baru, Kecamatan Susoh, Abdya, Rabu (20/5/2020).

BLANGPIDIE-Sebanyak 38 unit rumah warga di Desa Palak Kerambil dan Panjang Baru, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) rusak parah dihantam ombak besar. Puncak hantaman ombak besar yang menyebabkan abrasi di sepanjang bibir pantai terjadi pada Rabu (20/5/2020) sekitar pukul 04.00 subuh.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Amiruddin di lokasi kejadian mengatakan, kondisi 38 unit rumah warga itu sangat memperihatinkan. Bahkan seluruh rumah itu tidak bisa untuk huni lagi, lantaran deburan ombak telah merusak bagian rumah mulai dari pondasi, dinding dan bagian lainnya. Bagian rumah yang rusak langsung ambruk dan tersapu ombak bersama dengan puing-puing bangunan lainnya. Tidak hanya itu, ombak besar juga menghantam sejumlah kapal nelayan yang sedang dalam pengerjaan hingga terseret ombak.

“Semua yang ada dekat bibir pantai, menjadi imbas ganasnya ombak besar itu. Rumah, kapal nelayan, pondok dan warung, hingga pepohonan ikut disapu ombak,” ujarnya.

Disebutkan, dalam beberapa tahun terakhir, wilayah setempat memang kerap menjadi sasaran abrasi yang disebabkan oleh ombak besar pada musim angin barat. Namun kali ini merupakan abrasi terparah yang menyebabkan kerugian masyarakat tidak sedikit. Rata-rata rumah yang rusak dibagian dapur dan ruang tengah. Meski tidak ada korban jiwa, namun ratusan penghuni rumah terpaksa harus mengungsi sementara ke rumah tetangga dan kerabat terdekat untuk berlindung sampai kondisi arus ombak kembali reda dan sampai rumah mereka selesai diperbaiki.

“Abrasi kali ini merupakan yang terparah dari tahun-tahun sebelumnya. Apalagi saat ini memang sedang musim angin barat,” paparnya.

Terkait hal itu, pihaknya akan membuat laporan ke Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat agar segera meninjau lokasi abrasi yang kian hari semakin ganas tersebut. Dengan harapan dapat ditanggulangi segera, mengingat banyak warga yang menjadi korban. Jika tidak segera ditanggulangi, akan ada puluhan rumah warga lainnya yang dihantam ombak. Jika penanggulangan dilakukan menggunakan tanggul darurat sudah tidak memungkinkan lagi, sebab sudah terlalu parah. Bahkan daratan yang sudah tersapu oleh ombak pasca beberapa kali terjadi abrasi sudah mencapai 30 meter lebih.

Sementara itu, Wakil Bupati Abdya Muslizar MT mengemukakan, untuk penanganan abrasi ini harus dibangun tanggul pemecah ombak jenis beton tetrapod yang kekuatannya lebih maksimal jika dibandingkan dengan tanggul lainnya. Kalau dibangun tanggul dari batu gajah, tidak akan sanggup membendung ombak yang sangat besar tersebut, pasti dalam hitungan tahun akan rusak kembali.

“Tanggul tretapode lebih cocok dan ombak akan pecah serta tidak langsung menghantam pemukiman warga. Disamping itu, kekuatannya bisa mencapai puluhan tahun,” tuturnya didampingi Ketua DPRK Abdya Nurdianto serta dua anggota DPRK Julinardi dan Zul Ilfan saat meninjau lokasi.

Diperkirakan, membangun tanggul dengan bahan beton itu menghabiskan anggaran sebesar Rp.25 miliar lebih untuk membendung seluruh kawasan perumahan warga yang berdampak abrasi.  Dia berharap dukungan dari para anggota DPR Aceh demi menyelamatkan rumah warga yang semakin hari terus digerus abrasi. Rekan-rekan di DPRA juga harus sama-sama mendukung agar bisa dilakukan pembangunan tanggul tersebut. Paling cepat, tahun 2021 sudah bisa terealisasi. Jika ini terus berlanjut, maka puluhan rumah warga sudah pasti akan diseret ombak.

Selain hantaman ombak besar, angin kencang pada Selasa (19/5/2020) kemarin juga menyebabkan tumbangnya pohon dan merusak tiga unit rumah warga. Seperti yang terjadi di Desa Kuta Bak Drien, Kecamatan Tangan-Tangan, Desa Ladang Kecamatan Susoh termasuk rumah dinas pegawai Kejaksaan Negeri Abdya di Desa Keude Paya Kecamatan Blangpidie. 

Saat ini semua pohon yang tumbang tersebut telah di evakuasi dan dibersihkan  menggunakan mesin pemotong kayu dan alat lainnya. Tidak hanya itu, BPBK setempat juga telah menyalurkan bantuan masa panik kepada para korban abrasi dan rumah tertimpa pohon. (ag)