Satu Unit Warung Milik Warga Krueng Pantoe Ludes Terbakar


Foto: analisisnews.com/agus
TERBAKAR: Warung berkonstruksi kayu milik Ilmuddin (38) warga Desa Krueng Pantoe, Kecamatan Kuala Batee, Abdya pada Rabu (27/5/2020) sekira pukul 20.35 WIB ludes terbakar.

BLANGPIDIE-Satu unit warung berkonstruksi kayu milik Ilmuddin (38) warga Desa Krueng Pantoe, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) ludes terbakar pada Rabu (27/5/2020) sekira pukul 20.35 WIB.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Amiruddin Kamis (28/5/2020) mengatakan, kobaran api awalnya diketahui oleh warga sekitar yang kebetulan berada di sekitar kawasan kebakaran dimaksud. Sesaat melihat kobaran api yang makin membesar, warga setempat langsung berupaya memberikan pertolongan dengan berusaha memadamkan api menggunakan alat seadanya.  Tidak hanya melalap seisi warung yang saban hari menyediakan minuman dan makanan itu, kobaran api juga menghanguskan sebagian bangunan gudang penyimpanan perlengkapan bengkel yang letaknya bersebelahan dengan warung dimaksud.

Tidak berselang lama satu unit armada pemadam kebakaran (Damkar) yang berada pada pos Kuala Batee langsung meluncur ke lokasi guna memadamkan. Disusul dua unit Damkar dari pos induk dan pos Manggeng untuk membantu menjinakan api.

“Api sangat cepat melalap seisi bangunan lantaran berkonstruksi kayu, terlebih saat ini sedang musim panas,” ujarnya.

Ditambahkan, saat kejadian pemilik warung dan kelurganya tidak berada di lokasi, dikabarkan mereka sedang berada di Tangan-Tangan guna bersilahturahmi karena masih dalam suasana lebaran Idul Fitri. Tidak ada harta benda yang bisa diselematkan dari kobaran api. Perlengkapan warung hingga perlengkapan sehari-hari seperti baju, termasuk tempat tidur dan dokumen penting lainnya ikut ludes terbakar.

Dalam kesehariannya, korban tidak hanya menjalan usaha warung di lokasi itu, namun juga dijadikan sebagai tempat tinggal bersama dengan istri dan dua anaknya. Sejauh ini pemicu kebakaran diduga dari konsleting listrik, bahkan kerugian dari musibah itu ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun para pemilik warung merasa trauma dengan kejadian itu, terlebih korban telah kehilangan tempat usaha sekaligus tempat tinggal. Apalagi banyak barang berharga yang mereka miliki, ludes terbakar. Pascamusibah itu, pihaknya langsung menyalurkan bantuan masa panik kepada korban tersebut. Bantuan itu berupa seng, triplek, kayu reng atap, sembako berupa beras, minyak goreng, mie instan, gula dan air, ditambah handuk serta satu set alat memasak. Terkait musibah kebakaran itu, dia mengimbau seluruh warga Abdya untuk tetap waspada dengan kondisi cuaca saat ini. Jangan biarkan alat elektronik menyala ketika akan berpergian, sebab hal itu juga salah satu pemicu terjadinya kebakaran.

“Pastikan kondisi rumah dalam keadaan aman saat hendak berpergian. Jangan membakar sembarangan karena dapat membahayakan lingkungan,” imbuhnya.

Sementara itu Iliek Panto warga setempat mengaku prihatin dengan musibah kebakaran yang menimpa korban. Menurutnya, masyarakat sekitar telah berupaya semaksimal mungkin  untuk memadamkan api yang melalap seluruh isi bangunan. Namun, harta benda milik korban yang ada dalam warung tidak ada yang bisa diselematkan.

“Kobaran api sangat cepat melalap isi bangunan, meski masyarakat telah bahu-membahu untuk memadamkan api,” singkatnya. (ag)