Donor Darah di DPRA Jadi Rutinitas Setiap Dua Bulan Sekali

Sekretaris DPRA, Suhaimi (tengah) bersama sejumlah staf sekretariat DPRA berfoto bersama ketua PMI Banda Aceh (tiga dari kiri) dan jajarannya disela-sela kegiatan donor darah di Sekretariat DPRA, Kamis (4/6/2020)

BANDA ACEH – Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) akan menjadikan Donor Darah sebagai rutinitas setiap dua bulan sekali. Hal ini dilakukan untuk berpartisipasi memenuhi persediaan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Banda Aceh.

Demikian disampaikan Sekretaris DPRA, Suhaimi, SH, MH kepada AnalisisNews.com, Kamis (4/6/2020), usai memantau pelaksanaan donor darah yang digelar di lobi utama gedung DPRA.

“Sesuai dengan arahan Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Sekda Aceh dr. Taqwallah, M.Kes, kegiatan donor darah ini akan dijadikan rutinitas di SKPA (Satuan Kerja Perangkat Aceh), tapi dengan catatan dilakukan dengan penuh keikhlasan dan tidak ada pemaksaan,” katanya.

Dikatakannya, donor darah merupakan kegiatan sosial. Setetes darah yang diberikan, katanya, sangat bermanfaat bagi yang membutuhkan, bahkan dapat menyelematkan jiwa orang lain. “Saya pikir kegiatan ini sangat bagus, sangat bermanfaat bagi kita sesama, dalam memupuk kesadaran yang tinggi terhadap kehidupan sosial kita,” ujarnya.

Suhaimi mengatakan, Donor Darah juga bermanfaat bagi pendonor  itu sendiri. Dengan melakukan donor darah, maka dapat membuat si pendonor menjadi lebih sehat. Untuk itu, dia mengajak jajaran sekretariat DPRA untuk mendonorkan darahnya.

“Harapan saya ke depan, saya ingin melakukan rutinitas ini setiap dua bulan. Dan saya terus akan mengimbau di jajaran sekterariat DPRA ini untuk terus melakukan, membina dan mengarahkan kearah kesadaran sendiri. Kalaupun tidak melakukan donor darah di sekretariat DPRA sendiri, bagi mereka ingin mendonorkan darahnya, bisa juga langsung ke PMI Banda Aceh,” ajaknya.

Sementara, Ketua PMI Banda Aceh, Qamaruzzaman Haqni mengatakan, selama pandemi Virus Corona atau lebih dikenal Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), persediaan darah di PMI Banda Aceh sempat berkurang.

Dikatakannya, saat wabah Covid-19 tidak diperbolehkan kegiatan-kegiatan yang dapat membuat orang berkumpul sebagaimana protokol kesehatan. Meskipun demikian, dia juga mengatakan bahwa permintaan darah dari pasien d rumah sakit juga berkurang. “Banyak pasien takut berobat ke rumah sakit, karena takut Covid-19,” ungkapnya.

Kini, donor darah di Banda Aceh sudah mulai digalakkan dengan tetap mematuhi protokol Covid-19. “Setelah kita sosialisasi kepada seluruh elemen masyarakat, baik instansi pemerintahan dan non pemerintahan, Alhamduillah ini sudah mulai (kegiatan donor darah) dengan mengikuti protokol Covid-19. Karena Covid-19 tidak menular melalui darah,” katanya.

Dikatakannya setelah sosialisasi dan dimulai dengan donor darah di berbagai instansi di Banda Aceh, kini banyak yang mendonorkan darahnya, bahkan tokoh-tokoh dan pejabat penting di Aceh seperti Pangdam IM dan Kapolda juga mendonorkan darahnya.

“Setelah duduk bersama, maka lahirlah program ini, donor darah di berbaga intansi. Dan kita jaga trus persediaan darah kita ini, makanya saya sedang menysun agenda-agenda jadwal donor darah di instansi-instansi secara berglir,” ungkapnya.

Qamaruzzaman mengungkapkan, setiap hari dibutuhkan sebanyak 100-150 kantong darah dan sudah menjadi kebutuhan rutin. Kalau setiap hari dapat terkumpul jumlah  tersebut, maka persediaan dianggap aman.

“Saya sampaikan kepada masayarakat, jangan takut bedonor. Ada juga orang takut berdonor, begini ketika darah butuh untuk keluarganya dia tidak bisa donor lagi karena belum sampai dua bulan setelah donor. Jadi solusinya, kita buka call center ketika dia butuh darah, bisa menelpon ke 08116815800, itu call center PMI,” sebutnya.

Bila butuh darah langsung hubungi PMI dan pihak PMI yang mencari pendonor untuk kelaurga yang membutuhkan, dan itu gratis dijamin oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. “Jadi sekali lagi tidak ada jual beli darah itu. Itu kita hilangkan,” tegasnya. (Barlian)