Kodim Abdya Akan Buka Jalan Tembus Perkebunan Rakyat


Foto: analisisnews.com/agus
TINJAU LOKASI: Dandim 0110/Abdya Letkol Czi M Ridha Has, ST MT saat meninjau lokasi pembukaan jalan baru sepanjang 8,5 Km yang menembus kawasan pegunungan di Desa Lam Kuta dan Babah Lhueng, Kecamatan Blangpidie, Abdya, Selasa (9/6/2020)

BLANGPIDIE-Guna memudahkan akses perekonomian masyarakat, Kodim 0110/Aceh Barat Daya (Abdya) dalam waktu dekat akan membangun infrastruktur berupa pembukaan jalan baru sepanjang 8,5 kilometer (Km) yang menembus kawasan pegunungan di Desa Lam Kuta dan Babah Lhueng, Kecamatan Blangpidie. Pembukaan jalan itu dilaksanakan melalui progran  TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-109. 

Dandim 0110/Abdya Letkol Czi M Ridha Has, ST MT, Selasa (9/6/2020) mengatakan, program TMMD itu dimulai pada Oktober mendatang. Untuk mematangkan agenda tersebut Kodim 0110/Abdya telah merampungkan berbagai kegiatan persiapan di antaranya sosialisasi, musyawarah dengan masyarakat hingga peninjauan lokasi.

Dijelaskan, TMMD merupakan program rutin TNI yang selaras dengan program pemerintah daerah yaitu sama-sama menciptakan kesejahteraan masyarakat. TMMD ke-109 dilaksanakan selama 30 hari melibatkan komponen TNI, Polri, Pemda dan masyarakat. Dalam waktu satu bulan multi komponen ini akan mengimplementasikan kemanunggalan TNI dengan rakyat, bahu membahu bergotong royong mewujudkan akselerasi pembangunan fisik dan non fisik di desa.

Disebutkan, untuk kegiatan fisik pihaknya akan membuka dan membangun jalan di area pegunungan sepanjang 8,5 Km lengkap dengan jembatan dan gorong-gorong. Jalan yang menghubungkan perkampungan ke perkebunan rakyat ini rencananya akan dikerjakan lebih awal pada bulan Juli mendatang. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan kualitas bangunan jalan sesuai dengan target yang telah ditentukan. Dirinya dan sejumlah personel telah berapa kali meninjau lokasi dan takjub melihat langsung tanaman perkebunan masyarakat seperti jengkol, durian, pala dan lainnya tumbuh subur dan melimpah. Namun dia menyayangkan akses tersebut saat ini belum bisa dikelola dengan baik oleh masyarakat setempat lantaran terkendala dengan jalan.

Sedangkan kegiatan non fisik, TMMD ke-109 akan menitikberatkan pada pembangunan ideologi bangsa dan mental masyarakat melalui rangkaian sosialisasi dan penyuluhan. Rangkaian ini akan dipadukan dengan kegiatan bhakti sosial seperti pengobatan gratis, pembagian sembako dan bazar. Selebihnya pelaksanaan agenda itu disesuaikan dengan protap penanganan pencegahan Covid-19.

“Dalam waktu dekat akan dilaksanakan kegiatan TMMD ke-109. Semua persiapan telah dimulai dari sekarang agar lebih maksimal,” ujarnya.

Dia berharap dengan program TMMD, bisa menjawab harapan masyarakat yang selama ini menginginkan kemudahan akses jalan menuju lokasi perkebunan. Karenanya, dia meminta dukungan dari seluruh elemen masyarakat, agar program TMMD tersebut bisa terealisasi dengan baik dan bernilai manfaat bagi masyarakat.

Zainuddin salah seorang warga mengaku senang dengan adanya program pembuatan jalan baru yang melintasi lokasi perkebunan masyarakat. Selama ini, untuk mencapai kebun dan membawa hasil kebun mereka sangat kewalahan, karena akses jalan yang tidak mendukung. Selain itu petani setempat juga berharap banyak agar program TMMD dimaksud dapat terlaksana sesuai dengan harapan dan bisa meringankan beban masyarakat.

“Kami selaku petani memang berharap banyak agar jalan itu segera dikerjakan, sehingga untuk menuju kebun dan membawa hasil kebun bisa lebih mudah,” harapnya. (ag)