Status ODP di Abdya Masih 2 Orang


Foto: analisisnews.com/agus
RAPID TEST: Dinkes Abdya melakukan rapid test terhadap petugas kebersihan pada Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Kadis Perkim LH), Kamis (18/6/2020)

BLANGPIDIE-Dalam sepekan terakhir, status daftar orang dalam pemantauan (ODP), di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), masih 2 orang. Sebelumnya, angka ODP di Abdya berjumlah 9 orang, namun dalam perjalanannya sebanyak 7 orang dinyatakan selesai menjalani masa isolasi serta tersisa sebanyak 2 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Abdya, Safliati SST Mkes yang juga juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus (Covid-19) Abdya Rabu (17/6/2020) kemarin mengatakan, sejauh ini berbagai upaya terus dilakukan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus dimaksud. Bahkan, upaya Rapid Test massal terus berjalan, agar pergerakan virus itu dapat terdeteksi sedini mungkin. Berdasarkan daftar traveller hingga Minggu (14/6/2020) lalu tercatat 1.686 orang. Sebelumnya, pada Sabtu (13/6/2020), jumlah traveler tercatat 1.680 orang. Artinya, dalam satu hari jumlah traveler bertambah sebanyak 6 orang.

Dari update data itu diketahui bahwa, 2 orang status ODP tersebut masing-masing, N (45), laki-laki warga salah satu Desa di Kecamatan Susoh. Yang bersangkutan tercatat sebagai ODP sejak Minggu (7/6/2020) lalu. Dimana, N diketahui baru melakukan perjalanan ke Medan, Sumatera Utara dan kembali ke kediamannya di Susoh pada Jumat (5/6/2020) lalu. Sementara satu ODP lainnya, yakni A (24), laki-laki warga salah satu desa di Kecamatan Setia. Yang bersangkutan diketahui baru pulang dari negeri jiran Malaysia pada Minggu (7/6) lalu. A tercatat sebagai ODP sejak Rabu (10/6/2020) lalu.  Sebagai orang yang berstatus ODP, kedua warga itu diharuskan menjalani isolasi mandiri, selama 14 hari ke depan. Dalam hal ini, petugas kesehatan terus memantau kesehatan yang bersangkutan, hingga tuntas. “Sedangkan status Pasien Dalam Perawatan (PDP) dan positif Covid-19 hingga saat ini masih nihil. Akan hal itu, kami himbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar aturan protokoler kesehatan tetap harus diterapkan, dan kami terus memantau setiap perkembangan di lapangan, disamping melakukan upaya pencegahan lainnya,” imbuhnya.(ag)