DPD KNPI Aceh Ajak Masyarakat Berdonor Darah

  • Besok, Digelar di Kantor KNPI Aceh
Ketua DPD KNPI Aceh, Wahyu Saputra, SE

BANDA ACEH – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh mengajak masyarakat dan para pemuda untuk berdonor darah yang akan digelar di depan sekretariat DPD KNPI Aceh Jalan Hasan Dek, Jambo Tape Banda Aceh, Senin (22/6/2020) besok.

Kepada media ini, Minggu (21/6/2020), Ketua DPD KNPI Aceh, Wahyu Saputra SE mengatakan, aksi sosial donor darah ini terbuka untuk umum namun tetap mengikuti protokol kesehatan. Menurutnya, donor darah juga dapat menyehatkan pendonor itu sendiri. Selain itu, donor darah dapat membantu orang yang membutuhkan.

“Kita akan menggelar kegiatan donor darah bekerjasama dengan PMI Kota Banda Aceh besok mulai pukul 9.00 WIB sampai pukul 12.30 WIB. Jadi, setetes darah kita dapat menyelamatkan banyak jiwa. Ayo berdonor darah,” ajak Wahyu Saputra.

Lebih lanjut Wahyu Saputra mengatakan, meski di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19 kegiatan sosial tetap harus dijalankan. “Tentu pada aksi donor darah KNPI Aceh ini mengikuti imbauan pemerintah yakni menjalankan protokol kesehatan,” terangnya.

Ia menegaskan bahwa terkait Covid-19 masyarakat tentu harus selalu waspada mengingat meningkatnya jumlah kasus dalam sepekan terakhir ini di Provinsi Aceh. “Kami juga berharap kita semua bisa mengikuti anjuran pemerintah untuk menggunakan masker, menjaga jarak dan membawa hand sanitizer dengan selalu mencuci tangan,” ujarnya.

Sebagai Pemuda kita harus aktif dan kreatif dengan menjalankan program-program yang sifatnya membantu masyarakat terkhusus untuk masyarakat Aceh, lanjut Wahyu Saputra, Ketua KNPI Aceh lagi.

Seperti diketahui, aksi donor darah juga digalakkan pemerintah Aceh. Para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Aceh, telah memulai aksi donor darah sejak akhir Mei 2020 lalu, dan dinilai sangat membantu persediaan darah siap pakai di PMI Banda Aceh.

“Kita perlu mengikutsertakan juga ASN Pemerintah Aceh di kabupaten/kota menjadi pendonor darah aktif secara rutin,” kata Sekda Aceh, dr. Taqwallah, M.Kes dalam rapat di ruang kerjanya dan dihadiri Ketua PMI Banda Aceh, Qamaruzzaman Haqni, beberapa waktu lalu.

ASN Pemerintah Aceh yang berada di kabupaten/kota, antara lain pegawai di Dinas Keuangan dan Dinas Pendidikan Aceh, guru-guru Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Mereka semua berada di bawah kewenangan Pemerintah Aceh, kata Sekda.

Gerakan donor darah ASN tersebut harus terjadwal, terkoordinir dengan baik, dan berkelanjutan. “Karena itu, perlu kalender donor darah ASN yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Aceh, ujar Taqwallah.

Selanjutnya Taqwallah mengatakan, kalender tersebut akan menjadi acuan bagi ASN dalam mendonorkan darahnya. Jika ASN di Biro Humas dan Protokol Setda Aceh dimulai pada awal bulan Januari, maka saat awal bulan Maret nanti seluruh ASN di Biro Humas harus kembali mendonorkan darahnya melalui PMI, katanya memberi ilustrasi.

“Kalender ini akan menjadi pedoman bagi setiap ASN, mereka akan mengetahui kapan harus mendonorkan darahnya dan berapa lama waktu transisi sebelum ia harus mendonor kembali,” ujar Taqwallah.

Taqwallah menuturkan, setiap instansi di bawah Pemerintah Aceh akan mendapatkan jadwal donor darah masing-masing, untuk menjadi pedoman bagi para aparaturnya. Ia berharap, semua ASN Pemerintah Aceh dapat berkontribusi, baik yang pegawai negeri maupun kontrak.

“Dengan adanya kalender ini, Insya Allah gerakan donor darah ASN akan sistematis, terkoordinir, dan berkelanjutan,” kata Taqwallah.

Sekda mengatakan, gerakan donor darah itu tidak hanya di kalangan ASN di provinsi. Lebih dari pada itu, ASN yang bertugas di kabupaten/kota juga akan digerakkan untuk mendonorkan darahnya ke PMI.

Dalam kesempatan itu, Taqwallah mengapresiasi seluruh ASN yang telah berkontribusi mendonorkan darahnya selama dua pekan terakhir. Ia mengatakan, sumbangan darah tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kita berharap gerakan donor darah ASN ini dapat mengatasi masalah krisis darah yang dialami PMI Banda Aceh,” kata Sekda Aceh. (Barlian)