Pedesaan Di Pijay Potensial Budidaya Bebek

Pedesaan Di Pijay Potensial Budidaya Bebek

PIDIE JAYA – Sejumlah pedesaan (Gampong) di Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya (Pijay), Aceh, sangat potensial untuk melakukan budidaya ternak bebek petelur. Sebab, daerah ini memiliki areal sawah yang luas, sehingga memudahkan warga untuk memelihara ternak terutama usai panen padi, bebek bisa dilepas bebas mencari pakan sendiri.

Pedesaan potensial untuk budidaya ternak bebek dimaksud yakni Gampong (desa) Babah Krueng, Desa Pohroh, Seunong, Blang Kuta, Drien Tujoh, dan sejumlah desa lainnya. Di daerah tersebut, sejumlah masyarakat memelihara bebek air itu masih sebatas untuk mendapatkan telur untuk konsumsi keluarga dan diasinkan.

“Saya memelihara bebek masih kecil-kecilan, setiap pagi hanya memperoleh sekitar 10-15 butir telur saja. telur ini biaanya kami konsumsi bersama keluarga, selebihnya untuk diasinkan dan dijual bila ada permintaan dari pasar terdekat,”ujar Tgk. Ibrahim, seorang petani di Pidie Jaya saat ditemui Analisa, Rabu (24/6).

Dia sendiri memilih memelihara bebek air, karena rumahnya dekat dengan sawah,  sehingga padi sudah usai panen, bebek dapat dilepas serta mencari pakan sendiri di persawahan nan luas itu. Budidaya bebek biasanya dilakukan seusai panen padi . Kala itu, sejumlah masyarakat membeli sejumlah bibit bebek dari pasar, kemudian di pelihara di tepi sawah yang berada di rumah masing-masing.

Prospek usaha budidaya bebek air ini tergolong menjanjikan bila digeluti dengan sungguh-sungguh, apalagi permintaan telur bebek asin di pasar saat cukup tinggi. Telur bebek asin dijual Rp 2.500/butir, dan jika usaha ini digeluti dengan tekun dan serius diyakini mampu meningkatkan pendapatan keluarga masyarakat di desa.

“Bebek bertelur setiap pagi, Alhamdulillah, dengan memelihara bebek, jika pun tidak punya uang membeli ikan, sudah bisa mengkonsumsi telur, telur ini lebih nikmat dikonsumsi setelah melalui proses pengasinan,”sebutnya.

Oleh sebab itu, budidaya ternak bebek juga perlu mendapatkan perhatian seirus dari pemerintah daerah setempat, setidaknya dengan memberikan bantuan bibit bebek kepada masyarat kurang mampu untuk dibudidayakan dengan harapan melalui usaha tersebut dapat menjadi sumber pendapatan keluarga. Selain dapat mengkonsumsi telur sehari-hari serta memenuhi protein bagi keluarga masyarakat di desa. (ad)