Keuchik Pantee Raja Abdya Merasa Difitnah dan Dicemarkan Nama Baiknya


Keuchik Pantee Raja, Said Samsuar

BLANGPIDIE-Keuchik Pantee Raja, Kecamatan Manggeng, Aceh Barat Daya (Abdya), Said Samsuar, mengaku merasa difitnah dan dicemarkan nama baiknya oleh sekelompok warga desa yang dipimpinnya. Atas fitnahan tersebut dia merasa sangat dirugikan dengan tuduhan yang belum tentu bisa dibuktikan kebenarannya.

Keuchik Pantee Raja, Said Samsuar Kamis (25/6/2020) mengatakan, beberapa hari yang lalu salah seorang warga Desa Pantee Raja atas nama Usman (36), melaporkan dirinya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Abdya atas dugaan pemalsuan tanda tangan dalam Laporan Pertanggung Jawaban Keuangan (LPJK) Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBD) Desa Pantee Raja, tahun 2017 lalu. Dalam laporan polisi itu diketahui juga, yang dilaporkan atas tuduhan pemalsuan tanda tangan dalam LPJK atas nama Usman sebagai tukang pembuat pagar masjid di desa itu. Padahal, menurut keterangan Said Samsuar, nama Usman tidak ada dalam LPJK dimaksud.

“Sangat aneh dan janggal, bagaimana kami palsukan tanda tangannya, kalau namanya saja tidak tertera dalam LPJK ini,” ujarnya sambil memperlihatkan bukti dokumen LPJK Desa Pantee Raja tahun 2017 lalu di Kantor PWI Abdya kepada sejumlah wartawan.

Sambil memperlihatkan setumpuk dokumen anggaran desa dia menambahkan, anggaran Desa Pantee Raja tahun 2017 lalu sudah dilakukan audit oleh Insfektorat Abdya. Hasil audit diketahui tidak ada masalah, baik di lapangan maupun dengan kelengkapan administrasinya. Dia mengaku sangat heran dan dirugikan dengan sikap Usman yang melaporkan dirinya ke polisi, tanpa mengantongi bukti yang jelas. Keheranan dia sangat beralasan, dimana beberapa waktu lalu, yang bersangkutan juga pernah melaporkan dirinya ke Polres Abdya.

“Hasil auditnya sudah ada, semua yang kami kerjakan sesuai dengan aturan yang berlaku. Sebelumnya, dulu dia juga pernah melaporkan saya ke Polres dan Inspektorat Abdya. Setelah Inspektorat dan pihak polres ke turun ke lapangan guna memeriksa dugaan yang dilaporkan, tidak ditemukan seperti apa yang dilaporkan saat itu. Sekarang saya kembali dilaporkan atas pemalsuan tanda-tangan. jujur saja saya tidak tahu apa diinginkannya,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan, jika yang bersangkutan ingin mencalonkan diri sebagai keuchik kedepannya, silahkan saja. Tapi jangan dengan cara menjelek-jelekan orang lain. Hal aneh yang lainnya, yang dipermasalahkan adalah LPJK tahun 2017 lalu, sedangkan LPJK tahun 2018 dan 2019 juga sudah selesai dan tidak bermasalah. Dia menilai sikap Usman sudah tidak bisa ditolerir lagi dan sangat berlebihan. Sudah berkali-kali yang bersangkutan melakukan perbuatan tidak menyenangkan terhadap dirinya, juga pencemaran nama baik dirinya selaku keuchik. Bermacam fitnahan sudah pernah dilakukan, meskipun tidak pernah terbukti, namun yang bersangkutan selalu mengulang dengan tuduhan-tuduhan yang lain. Untuk itu, Said Samsuar mengaku juga akan mengambil langkah hukum, dengan membuat laporan balik ke penegak hukum.

“Dulu dia pernah melaporkan masalah lapangan bola kaki. Saat dilakukan pengukuran oleh Inspektorat dan pihak Polres Abdya, ternyata volumenya lebih dari RAB. Secara aturan main, jika LPJK tahun 2017 tidak beres, otomatis anggaran tahun selanjutnya, juga tidak bisa dicairkan,” tutupnya.(ag)