Pol-PP Atim Jaring Belasan Anak Usia Sekolah di Warnet

Pol-PP Jaring Belasan pelajar di warung Internet di Kota Idi, Aceh Timur, Kamis (25/6). (Analisisnews.com/ sairi)

Idi Rayeuk – Polisi Pamong Praja (Pol-PP) Aceh Timur berhasil Menjaring sebanyak 19 anak usia sekolah di sebuah warung Internet di Kota Idi, Aceh Timur, Kamis (25/6).

Mereka ditangkap saat bermain gawe online. Kemudian mereka dibawa ke Kantor Satpol-PP untuk didata. Setelah dilakukan pembinaan oleh Satpol-PP dan pihak Dinas Pendidikan setempat, mereka dijemput oleh Kepala sekolah dan orang tua mereka.

“Padahal jauh hari, Pol-PP sudah mengingatkan pemilik warnet dan kafe agar tidak melayani anak usia sekolah, apalagi tengah pandemi Covid-19,” ujar Kasatpol-PP dan WH Aceh Timur, T. Amran, SE. MM kepada Haba Atim, Kamis (25/6).

Ia menambahkan, pemilik warnet dan kafe juga harus mematuhi protokol kesehatan, seperti menyediakan tempat cuci tangan dan masker.

“Kita sangat menyayangkan pemilik warnet tidak menjalankan protokol kesehatan, kita bersama Tim Gugus Tugas Aceh Timur akan melakukan evaluasi secara menyeluruh pelaku usaha yang ada dalam wilayah Pemerintah kabupaten setempat, untuk menyediakan tempat cuci tangan, jaga jarak dan pekerja ataupun pengunjung wajib menggunakan masker, ” ujar T. Amran atau akrab disapa Ampon.

Sementara, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur, Saiful Basri, S. Pd. M. Pd mengatakan seiring masa libur sekolah setelah ujian kenaikan kelas mulai 20 Juni hingga 13 Juli mendatang, sehingga para siswa tanggungjawab orang tua murid.

“Kita Sangat menyayangkan libur sekolah, mereka manfaatkan di warnet, libur sekolah Pasca ujian kenaikan kelas tanggunghawab orang tua, buka tanggungjawab sekolah,” katanya.

Ia juga mengharapkan kepada pemilik warnet dan kafe agar tidak melayani anak usia sekolah.

Sementara itu, Salah seorang orang tua murid kepada petugas Pol-PP mengatakan selama libur, anaknya tersebut tinggal bersama neneknya di Kota Idi, sehingga luput dari pengawasan dirinya.

Setelah dijemput oleh orang tua mereka dan guru sekolah, belasan anak usia sekolah tersebut diperbolehkan pulang. (bsi)