Harganas di Aceh Digelar Sesuai Protokol Covid-19

Kepala perwakilan BKKBN Aceh, Sahidal Kastri bersama Kepala Perwakilan BPKP Aceh, Indra Khaira Jaya, saat diwawancarai wartawan terkait peringatan Harganas dan ketahanan keluarga, usai menjadi khatib Jumat di masjid komplek BPKP Aceh, Jumat (26/6/2020). Foto: Humas BKKBN Aceh

BANDA ACEH – Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 27 tahun 2020 di provinsi Aceh digelar sesuai dengan protokol Coronavirus Disease 2019 atau dikenal Covid-19. Dalam momentum Harganas tersebut, layanan Program Keluarga Berencana (KB) ditargetkan 4000 akseptor di Aceh.

Kepada Analisisnews.com, Jumat (26/6/2020), Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Drs. Sahidal Kastri, M.Pd mengatakan penyelenggaraan Harganas tahun ini digelar di seluruh kabupaten dan kota.

“Memperingati Harganas ke 27 tahun 2020 ini, kita tetap memperingtinya dengan memperhatikan protokol kesehatan. Nanti kita tidak ada berkumpul ramai-ramai. Kalau pun ada apel nanti, silahkan saja, tapi atur jarak,” kata Sahidal Kastri, usai menjadi khatib Jumat di masjid komplek kantor perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh itu.

Lebih lanjut, Sahidal mengintruksikan, kepada seluruh balai penyuluh yang ada di Aceh, agar dalam apel dijaga jarak fisik dan jarak sosial, serta membahas masalah-masalah keluarga dan upaya ketahanan keluarga itu sendiri.

Dia juga mengatakan, pihaknya juga telah melakukan silaturrahmi dengan pimpinan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, bahwa pada Jumat (26/6/2020), diupayakan khatib Jumat di seluruh Aceh untuk menyampaikan pesan-pesan ketahanan keluarga dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) mulai dari lingkungan keluarga.

“Sebab, apapun ceritanya , kalau keluarga kita ini, kita benahi bersama, insya Allah SDM Indonesia ini akan lebih bagus dimansa yang akan datang,” ujarnya.

Disisi lain, Sahidal Kastri mengungkapkan, akseptor program KB juga terjadi penurunan ditengah Pandemi Covid-19. Karena, kegiatan di tengah Pandemi, harus selalu memperhatikan protokol kesehatan. “Tetapi insya Allah, secara pelan pelan, dari rumah ke rumah kita akan memberikan penyuluhan- penyuluhan itu,” ungkapnya.

Sahidal Kastri mengimbau kepada keluarga-keluarga di Aceh, bahwa dengan momentum Harganas tahun ini, pihaknya mengajak untuk meningkatkan ketahanan keluarga kita dengan berkumpul di rumah.

“Selama ini mungkin jarang berkumpul. Mungkin ada ayahnya sibuk, ibu yang sibuk, anak-anak sibuk, dan di rumah itu mungkin seminggu sekali jarang. Sebenarnya berkumpul itu penting, dan bukan hanya berkumpul, tapi juga berinteraksi,” ujarnya.

Dia mengajak para orang tua untuk terus menyapa anak-anak mereka secara langsung dan mengajak untuk beribadah  sebagai bagian dari penguatan ketahanan keluarga.

“Sapalah anak, jangan hanya dengan media sosial. Kita mari berbagi dalam hal meningkatkan ketahanan keluarga kita. Pada waktu salat, misalnya salat magrib itu (munkin siangnya dengan kesibukan) salatlah secara berjamaah. Bila tidak sempat di masjid, salat berjamaah di rumah. itu perlu diterapkan,” ajaknya.

Sementara, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Aceh, Indra Khaira Jaya, mengatakan, pihaknya mendukung program-program BKKBN dan juga mengajak masyarakat Aceh untuk membangun mulai dari lingkungan keluarga.

“Pembangunan itu dimulai sebenarnya dari keluarga, dimulai dari rumah tangga. Kalau pembangunan itu dimulai dari hilirnya, tidak akan selesai, tapi bangunlah dari hulunya,” kata Indra mengibaratkan pembangunan itu penting diawali dari keluarga. (Barlian)