Kepala BKKBN Aceh: Pentingnya Mendidik Anak untuk Mandiri

Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Sahidal Kastri saat bertindak sebagai khatib Jumat di masjid komplek BPKP Aceh, Jumat (26/6/2020). Foto: Barlian

BANDA ACEH – Kepala perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) provinsi Aceh, Drs. Sahidal Kastri, MPd, menegaskan pentingnya mendidik anak untuk bisa mandiri. Pendidikan dimaksud efektif dimulai dari lingkungan keluarga.

Demikian disampaikan Sahidal Kastri saat bertindak sebagai khatib Jumat di masjid komplek kantor perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh, Jumat (26/6/2020).

“Selama ini kita tidak memandirikan anak, tidak mendidik anak untuk mandiri, tetapi kita hanya memberikan kasih sayang saja. Sebenarnya penting mendidik anak untuk mandiri,” katanya.

Lebih lanjut, Sahidal Kastri mengatakan, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) generasi bangsa dibangun mulai dari lingkungan keluarga. Dikatakan, para orang tua harus merasa khawatir meninggalkan anaknya dalam keadaan lemah. “Allah memerintahkan hendaklah kita ini khawatir meninggalkan anak dalam keadaan lemah,” ujar Sahidal mengutip ayat Alquran Surat Annisa’ ayat 9.

Lemah dimaksud, bukan hanya lemah fisik saja, tetapi juga hilang kemampuan berfikir. Oleh karena itu, katanya, sangat penting peran orang tua dalam mendidik anaknya dengan berpegang teguh pada agama.

Selain itu, hal penting yang perlu dilakukan orang tua dalam meningkatkan kualitas anak yakni dengan memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada bayi hingga berumur 2 tahun. Di Aceh, katanya, banyak kasus stunting yang salah satunya kurang asupan ASI. “Hanya 23 persen ibu-ibu memberikan ASI kepada anaknya,” sebutnya.

Kekurangan ASI, dapat berimbas kepada pertumbuhan anak. Banyak anak tidak berani menjalankan sesuatu dan banyak hal anak tidak mampu. Selain itu, komunikasi dalam keluarga sangat diperlukan untuk mendidik anak menjadi lebih baik dan mandiri. “Tentu harus ada keseimbangan antara ayah, ibu, nenek dan anggota keluarga,” ujarnya.

Disisi lain, Sahidal mengungkapkan, rendahnya kualitas anak dapat mengakibatkan tingginya ketergantungan. Hal itu juga berimbas terhadap ekonomi dan kesejahteraan.

Oleh karena itu, katanya, dalam membangun daerah diperlukan kualitas SDM yang tangguh, yang salah satu didalamnya adalah tangguh iman. “Saat ini angka ketergantungan itu sangat tinggi, semakin kecil angka ketergantungan itu semakin bagus suatu daerah,” ungkapnya. (Barlian)