Tahun ini, Panen Padi di Abdya Tak Merata


Foto: analisisnews.com/agus
MENGUNING: Padi di areal persawahan Desa Masjid, Kecamatan Tangan-Tangan, Abdya  mulai menguning, Jumat (26/6/2020).

BLANGPIDIE-Petani di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dalam beberapa hari terakhir mulai memanen padi. Panen padi yang dilakukan petani setempat memang tidak serentak, lantaran usia tanaman padi dihampir sembilan kecamatan dalam kabupaten itu tidak sama.

Masri petani di Kecamatan Susoh, Jumat (26/6/2020) mengatakan, petani yang sudah memulai panen padi bisa dikatakan belum terlalu banyak. Untuk areal persawahan di wilayah Kecamatan Susoh, masih sebagian kecil petani yang sudah dan sedang panen. Sedangkan sisanya masih menunggu panen yang akan diperkirakan sekitar satu hingga dua pekan mendatang. Bahkan, ada beberapa hamparan sawah lainnya masih dalam proses keluarnya malai padi.

“Belum semua areal persawahan di Abdya sudah memasuki masa panen, masih banyak hamparan padi yang masih menunggu masa panen, sebab kondisinya belum sepenuhnya menguning,” ujarnya.

Ditambahkan, petani yang terlambat memanen padi dikarenakan, sewaktu masa pengolahan tanah dan hingga proses penanaman padi lalu, sejumlah petani banyak yang terkendala dengan aliran air yang tidak merata, sehingga dengan terpaksa mereka harus menunda proses penggarapan lahan. Tidak hanya itu, penyebab lain seperti menunggu giliran penggarapan lahan menggunakan traktor besar, ditambah lagi sejumlah hamparan terkena rendaman banjir luapan yang mengakibatkan terlambatnya panen padi.

“Tidak sedikit juga tanaman padi milik petani seperti di Kecamatan Jeumpa, Manggeng, Lembah Sabil, Setia dan wilayah lainnya masih dalam fase pengembangbiakan. Namun ada juga yang menunggu masa panen,” tuturnya.

Sejumlah petani yang telah memanen padinya, rata-rata mendapatkan hasil yang memuaskan. Ada juga petani yang memperoleh hasil panen dengan ubinan rata-rata mencapai 8 ton/ha.

“Ubinannya juga bervariasi, tergantung varietas padi yang ditanaman. Tapi secara umum tanaman padi tahun ini lebih baik dan tingkat serangan hamanya juga tidak terlalu berat. Kalau ada yang memperoleh hasil panen tidak memuaskan, tentu kondisi itu dipengaruhi oleh serangan hama yang menyerang tanaman padi pada fase pengembangbiakan dan serangan hama burung disaat padi mulai berisi,” papar Wardi petani lainnya.

Amatan wartawan, sejumlah petani di Kecamatan Susoh dan Blangpidie sudah mulai memanen padi, bahkan ada yang telah usai. Selain itu, proses panen padi bagi petani yang lebih awal didukung dengan cuaca yang cerah, sehingga membuat kualitas gabah semakin baik. Ditambah lagi, proses panen yang lebih cepat dengan menggunakan mesin pemotong padi yang mampu mengirit biaya panen padi.(ag)