Pintu Irigasi Rusak, Sawah Terancam Kekeringan


Foto: analisisnews.com/agus
IRIGASI RUSAK: Irigasi yang berlokasi di Desa Pantee Geulumpang Kecamatan Tangan-Tangan, Abdya mengalami kerusakan pada bagian pintu pembagi air, sehingga tidak bisa difungsikan lagi sebagaimana mestinya, Senin (29/6/2020).

BLANGPIDIE-Irigasi teknis yang berfungsi untk mensuplai air ke puluhan hektare areal persawahan dalam tiga desa di Kecamatan Tangan-Tangan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) rusak parah. Irigasi yang berlokasi di Desa Pantee Geulumpang Kecamatan Tangan-Tangan itu mengalami kerusakan pada bagian pintu pembagi air, sehingga tidak bisa difungsikan lagi sebagaimana mestinya.

Keujrun Blang (Tokoh Adat Sawah) Desa Masjid, M Yakop, Senin (29/6/2020) menyebutkan, terdapat sekitar 90 hektare areal persawahan dalam tiga desa yang terancam kekeringan akibat dari kerusakan pada irigasi itu. Sehingga diperlukan upaya perbaikan secepat mungkin, untuk menghindari musibah kekeringa di areal persawahan. Areal persawahan yang mencakup tiga desa dan terancam kekeringan itu diantaranya, areal persawahan di Desa Masjid sekitar 30 hektare, Blang Padang sekitar 20 hektare dan Padang Kawa sekitar 40 haktare.

Sekarang, kebutuhan air di areal persawahan memang tidak terlalu banyak, sebab tidak lama lagi padi milik petani di kawasan itu akan panen. Namun, kondisi itu tentu akan memperburuk keadaan jika musim tanam selanjutnya tiba. Petani tidak bisa melakukan proses penggarapan lahan lantaran suplai air ke areal persawahan tidak ada. Dikhawatirkan, petani akan gagal mengikuti program tanam selanjutnya, jika kerusakan pada irigasi tidak segera ditangani.

“Pintu air tersebut tidak bisa berfungsi karena gear box pintunya sudah rusak dan retak. Sehingga, petani kesulitan untuk memutar roda gigi pada saat akan membagikan air,” ujarnya.

Dia berharap, instansi terkait bisa melihat langsung kondisi pintu air yang ada di wilayah tersebut dan melakukan perbaikan, agar dalam penggarapan lahan kedepan tidak mengalami keterlambatan pada saat sudah mulai turun ke sawah. Sejauh ini pihaknya tidak bisa memprediksi kekuatan arus air di lokasi itu, terkadang tenang, bahkan bisa saja deras. Maka dari itu pintu air ini perlu dimajukan sedikit supaya lebih aman dari hantaman air.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya drh Nasruddin terakit kondisi itu akan turun ke lokasi untuk melihat kondisi pintu air irigasi yang rusak itu. Hal tersebut memang perlu mendapatkan penanganan yang lebih cepat, agar pada musim tanam selanjutnya petani tidak merasa kewalahan dalam proses penggarapan lahan.

“Sekarang juga kami akan ke lokasi untuk melihat bagaimana kerusakannya. Jika memungkinkan dilakukan perbaikan, segara kami upayakan. Hal ini juga akan kami koordinasikan dengan pihak Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Abdya,” singkatnya.(ag)