Rs Oknum Karyawan BRI Diduga Gelapkan Uang Nasabah

Sekretaris Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Abdya, Erisman SH

BLANGPIDIE-Rs oknum karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya)  diduga telah melakukan penggelapan uang nasabah senilai seratus juta rupiah yang diberikan sejak tanggal 8 Juni 2020 lalu. RS diduga telah melakukan penipuan dengan menjadi sales person hingga seorang nasabah merasa dirugikan sebesar Rp.100 juta, sebab RS sama sekali tidak melakukan penyetoran ke BRI.

Sekretaris Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Abdya, Erisman SH kepada wartawan, Selasa (30/6/2020) mengatakan, saat ini pihaknya telah dipercaya oleh korban untuk mendampingi kasus dugaan penipuan tersebut. Kuasa tersebut, diterima oleh YARA Abdya setelah salah satu korban menadatangi kantor YARA Perwakilan Abdya di Jalan Lukman, Desa Meudang Ara, Kecamatan Blangpidie.

Berdasarkan pengakuan korban, oknum karyawan BRI Cabang Blangpidie tersebut pada tanggal 8 Juni 2020 telah menerima uang sebesar Rp.100 juta dari korban untuk disetor ke bank. Ternyata, uang tersebut hingga saat ini tidak pernah disetor oleh oknum tersebut. Kliennya juga sudah beberapa kali mempertanyaan uang itu, namun tidak membuahkan hasil bahkan itikat tidak baik dari Rs juga tidak ada. Terlebih lagi, kliennya sudah pernah mengkonfirmasi kepada pihak bank bahwa program sistem sales person, ternyata sudah ditiadakan  setahun yang lalu.

“Laporan aduan atas penipuan tersebut sebanyak lima aduan dengan modus penipuan yang berbeda namun dilakukan oleh orang sama telah kami terima,” ujarnya.

Terkait kejadian ini, dia berharap oknum tersebut maupun pimpinan BRI Cabang Blangpidie hendaknya proaktif untuk menyelesaikan persoalan dugaan penipuan tersebut.  Jika tidak, selain akan melaporkan penipuan itu, YARA sebagai kuasa hukum juga akan menggugat BRI Cabang Blangpidie terkait kerugian yang dialami oleh korban. Apalagi menurut penelurusan YARA, oknum tersebut masih tercatat sebagai karyawan aktif di bank setempat dan sudah tentu secara hubungan pekerjaan pimpinan punya tanggungjawab baik masalah interen maupun ekstern.(ag)