Rs Oknum Karyawan BRI Terancam 15 Tahun Kurungan


Foto: analisisnews.com/agus
PENIPUAN: Rs oknum karyawan kontrak BRI Cabang Blangpidie pelaku aksi penipuan dan penggelapan uang nasabah saat dihadirkan dalam jumpa pers di halaman Mapolres Abdya, Selasa (7/7/2020).   

BLANGPIDIE-Rs (26) oknum karyawan kontrak Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terancam hukuman 15 tahun kurungan atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang nasabah miliaran rupiah.

Kapolres Abdya AKBP Muhammad Nasution SIK dalam jumpa pers yang berlangsung Mapolres setempat, Selasa (7/7/2020) mengatakan, kasus yang melibatkan oknum karyawan kontrak BRI ini telah masuk dalam tahap penyidikan, pasca Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Abdya mengamankan pelaku tunggal yakni  Rs alias Vina warga Desa Meudang Ara, Kecamatan Blangpidie pada Sabtu (4/7/2020) lalu sekira pukul 05.00 WIB di Desa Bebangka, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah. 

Disebutkan, bedasarkan keterangan awal dari enam korban yang melapor ke Mapolres Abdya sejak tanggal 3-7 Juli 2020, diketahui kerugian materil atas modus operandi tersebut mencapai Rp.6,3 miliar. Rata-rata korban diiming-imingi dengan pemberian hadiah dari uang yang diminta oleh pelaku dalam hal bentuk deposit dan berbagai modus lainnya.

“Pelaku dengan inisal RS atau biasa dipanggil Vina ini telah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan uang nasabah dengan kerugian yang tidak sedikit. Rs terancam kurungan maksimal 15 tahun dan denda maksimal 20 miliar rupiah, bedasarkan pasal 46 ayat (1) Undang-Undang nomor 10 tahun 1998 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan junto pasal 372 junto pasal 378 KUHPidana,” terangnya.

Polisi juga telah mengamankan beberapa barang bukti seperti lima buah kartu ATM BRI, satu unit EDC (Electronic Data Capture) BRI, satu exemplar laporan transaksi/rekening koran atas nama As, uang tunai sebanyak Rp.1.841.000, satu buah buku rekening BRI Syariah atas nama Sr, satu buah Id Card BRI atas nama pelaku, tiga unit telepon genggam berbagai merk terkenal termasuk satu unit mobil mewah warna putih yang diketahui merupakan milik pelaku.

Pihaknya akan mendalami kemana saja uang Rp.6,3 miliar itu mengalir. Apakah sudah dijadikan asset atau lain sebagainya, masih belum bisa diketahui secara pasti. Karenanya keterangan lengkap dari pelaku juga korban masih terus didalami hingga kasus ini tuntas. Untuk sementara, pelaku dalam kasus dimaksud masih tunggal, pihaknya belum mengetahui secara pasti apakah ada keterlibatan pihak lain dalam menyukseskan kasus tersebut.  Sejauh ini, pihak Polres Abdya belum bisa memberikan secara rinci identitas dari enam korban yang telah membuat laporan polisi ke Polres setempat.

Seperti diketahui, kasus penipuan yang dilakukan oleh oknum karyawan BRI Cabang Blangpidie tersebut sempat membuat gempar masyarakat Abdya, bahkan di sejumlah kabupaten lainnya. Disebut-sebut, beberapa korban pelaku rata-rata kalangan yang memiliki penghasilan tinggi. Bahkan pelaku disinyalir juga menargetkan para kontraktor, pengusaha termasuk pejabat di kabupaten setempat. Namun aksi nekat untuk menjadi orang kaya raya yang dilakoni Rs harus berhenti di tengah jalan lantaran polisi berhasil membekuk pelaku di wilayah Aceh Tengah, setelah berusaha menghilang dan tidak berdinas sejak awal Juni lalu. Bahkan pelaku diketahui sempat berada di Provinsi Riau dan kemudian berhasil ditangkap di Aceh Tengah. (ag)